<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8515542702852383186</id><updated>2012-01-20T00:56:21.372-08:00</updated><category term='Artikel'/><category term='Tutorial'/><title type='text'>web madani</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://webmadani.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8515542702852383186/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://webmadani.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Artikel dan Tutorial</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17651543303286090344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>11</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8515542702852383186.post-5229854806506337421</id><published>2009-04-20T07:26:00.000-07:00</published><updated>2009-04-20T07:38:50.818-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Nasehat</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;NASEHAT  Untuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah Allah selalu. Dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.&lt;br /&gt;Biasakan lisanmu untuk terus berdzikir.&lt;br /&gt;Luangkan selalu waktumu setelah sholat untuk berdo’a kepada-Nya. Ingatlah Allah membenci orang-orang sombong, yaitu yang tidak pernah berdo’a.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah orang yang paling pandai adalah mereka yang bersiap-siap untuk menghadap Rabb-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah sesungguhnya pandangan mata adalah salah satu panah beracun dari panah-panah syaithan. Barang siapa meninggalkannya karena Allah maka Allah akan membalas dengan kenikmatan merasakan manisnya iman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Niatkan semua pekerjaanmu Untuk Allah. Mulailah semua dengan basmalah dan akhiri dengan hamdalah. Sesungguhnya semua usaha yang dilakukan manusia akan sia-sia tanpa keridhaan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudahkah engkau membaca Alqur’an hari ini ?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudahkah engkau merenung memikirkan segala kesalahan yang telah engkau lakukan hari ini ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauhi maksiat!!! Sesungguhnya ia melemahkan jiwa dan merusak raga. Didunia membuat was-was, di akhirat mendatangkan siksa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pikirkan dan renungkan segala langkahmu!, Ingatlah mata, telinga, lisan dan anggota tubuh kita yang lain bersaksi atas apa yang telah dilakukannya, setiap kita akan dimintai pertanggungjawabannya di hadapan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8515542702852383186-5229854806506337421?l=webmadani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://webmadani.blogspot.com/feeds/5229854806506337421/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://webmadani.blogspot.com/2009/04/nasehat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8515542702852383186/posts/default/5229854806506337421'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8515542702852383186/posts/default/5229854806506337421'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://webmadani.blogspot.com/2009/04/nasehat.html' title='Nasehat'/><author><name>Artikel dan Tutorial</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17651543303286090344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8515542702852383186.post-6745535843386139399</id><published>2009-04-20T07:21:00.000-07:00</published><updated>2009-04-20T07:38:50.821-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Menikmati Tersebarnya Kebaikan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menikmati Tersebarnya Kebaikan&lt;br /&gt;Penulis: Jurnal MQ - Edisi April 2002&lt;br /&gt;"Barangsiapa yang menghendaki kemuliaan, maka bagi Allah-lah kemuliaan itu semuanya. Kepada-Nya lah naik perkataan-perkataan yang baik dan amal yang shalih dinaikkan-Nya. dan orang-orang yang merencanakan kejahatan, bagi mereka azab yang keras dan rencana jahat mereka akan hancur."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangkah indahnya hidup ini sekiranya kita ditakdirkan memiliki kondisi hati yang membuat kita selalu merasakan nikmat dan bahagia setiap kali melihat kebaikan tersebar di muka bumi ini. Juga selalu merasakan nikmat dan lezat manakala kita sendiri berbuat kebaikan. Dan bahkan setiap desah nafas kita adalah cerminan rindunya senantiasa untuk dapat melakukan aneka kebaikan dan rindu pula akan semakin banyaknya saudara-saudara kita yang ikhlas dan sungguh-sungguh dalam menyebarkan kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang yang semula kafir dan ingkar menjadi muslim. Orang-orang yang semula munafik dan durjana menjadi bertaubat. Orang-orang yang semula fasik dan durhaka pun menjadi taat. Ya, kita memang harus menginginkan sebanyak mungkin makhluk-makhluk Allah di muka bumi ini menjadi mulia. Orang-orang yang pernah menyakiti kita semoga oleh Allah diampuni dan dikaruniai petunjuk. Begitupun orang-orang yang pernah tersakiti oleh kita, semoga Dia yang Mahaperkasa, mengangkat derajat kemuliaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah Allah azza wa jalla telah berfirman, "Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, mencegah yang munkar dan beriman kepada Allah." (QS Ali ‘Imran, 110). Apa artinya? Artinya umat yang terbaik adalah umat yang memiliki kesanggupan untuk selalu menata, menjaga, merawat dan mewaspadai kalbunya dengan sebaik-baiknya, sehingga selalu bersih, lapang dan selamat. Sedangkan kalbu yang selamat, tidak bisa tidak, akan membuahkan kepekaan. Peka terhadap diri sendiri, orang lain maupun lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepekaan akan membuat dunia ini berubah menjadi samudera ilmu yang teramat luas. Dunia ini akan terang benderang dan lapang karena cahaya ilmu yang telah dikaruniakan Allah kepada setiap apa pun. Apa yang dilihat, apa yang dirasakan, dan apa yang didengar dari aneka kejadian di bumi ini tidak ada yang perlu disikapi dengan salah. Karena pada semua kejadian itu pastilah Dia menebarkan ilmu yang tidak hanya akan membuat kita semakin arif dan bijak, tetapi juga semakin memiliki kesanggupan untuk bersungguh-sungguh kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekiranya sudah memiliki kepekaan, maka kita pun niscaya akan dikaruniai kesanggupan memiliki jiwa besar. Nah jiwa besar yang bersimbah keimanan dan ma’rifat (pengenalan) yang baik kepada Allah Azza wa Jalla inilah yang akan membuat pemiliknya dapat merasakan nikmat dan manisnya menyaksikan kebaikan tersebar. Tentulah dalam hal ini tidak mesti melalui lisan ataupun perbuatan kita sendiri, namun bisa melalui siapa pun. Sama sekali tak ada dalam kalbu kita prasangka-prasangka, yang justru hanya akan menggelincirkan kita pada perasaan atau sikap negatif.&lt;br /&gt;Masalahnya, tidak semua diantara kita yang memiliki tingkat sikap seperti ini. Tidak jarang, ketika mendengar azan berkumandang di mesjid saja, kita serta merta merasa terganggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi mendengar azan subuh yang melengking-lengking justru pada saat-saat kita sedang enak-enaknya tidur.&lt;br /&gt;Duh, speaker masjid itu. Volumenya tampak seperti disengaja hanya untuk membangunkan kita sendiri. Betapa mangkelnya hati ini pada speaker murahan itu, pada mu’adzin yang suaranya buruk itu, dan akhirnya pada masjid yang mengapa kok dibangun dekat-dekat rumah kita.&lt;br /&gt;Padahal, sebenarnya merupakan satu karunia yang besar manakala tiba waktu shalat ada yang mengingatkan. Keterlenaan kita menikmati selimut dari dinginnya udara subuh sangat potensial membuat syetan, maaf, mengencingi telinga kita, sehingga membuat tidur semakin pulas dan Allah membiarkan kita. Kesibukan kita tenggelam dalam pekerjaan beserta tumpukan masalahnya pun sangat potensial membuat syetan mengelabui kita dengan fatamorgana cinta dunia, dan Allah membiarkan kita. Naudzubillah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karenanya, apakah tidak lebih baik kita malah seharusnya berterimakasih kepada mu’adzin itu dan kepada masjid yang dibangun dekat rumah atau kantor kita itu, sehingga menjadi jalan bagi kita untuk selalu ingat kepada Allah?&lt;br /&gt;Belum lagi ketidaktahuan kita, bahwa siapa tahu sang mu’adzin dengan suaranya yang sederhana itu menyeru saudara-saudara seimannya dengan hati yang ikhlas. Boleh jadi, suaranya itu menjadi jalan terselamatkannya ratusan atau ribuan saudara-saudara kita dari tergelincir memperturutkan hawa nafsu mengejar-ngejar dunia. Atau bahkan menjadi jalan turunnya hidayah dan taufik kepada orang-orang yang belum Islam, sehingga kembali ke pangkuan agama Allah, dienul Islam yang haq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah, betapa akan semakin banyak orang yang ketika di dunia dicurahi rahmat oleh-Nya, sedangkan di akhirat nanti pun memperoleh bukti akan jaminan-Nya berupa surga jannatun na’im disertai keridhaan-Nya. Apakah tidak lebih baik kita malah harus berbahagia dengan kebaikan yang tersebar luas, sehingga kita pun kebagian karunia pahala dan ridha-Nya?&lt;br /&gt;Sekiranya kita belum mampu melakukan hal serupa, maka setidak-tidaknya hati kita jangan mangkel. Bahkan sebaliknya, turut senang dan bersyukur masih ada orang yang ikhlas ber-amar ma’ruf nahyi munkar. Insya Allah, inipun sudah cukup. Dan Allah Maha Menyaksikan segala lintasan hati kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya, tidaklah Allah menurunkan Islam ke muka bumi ini kecuali sebagai rahmatan lil ‘alamin, rahmat bagi semesta alam. Sementara kita sendiri telah dijuluki-Nya sebagai khairu ummah yang seyogyanya menjadi ujung tombak penyeru kebaikan, pemberantas kemungkaran, dengan bekal iman dan ma’rifatullah.&lt;br /&gt;Sekiranya bumi ini dihuni oleh lebih banyak lagi orang-orang yang selalu mendekatkan diri kepada Allah, niscaya dunia ini akan terasa semakin lapang, indah dan mengesankan. Orang-orang tiada lagi mencari kemuliaan dari tingginya pangkat jabatan dan kedudukan, melainkan semata-mata dari tingkat ma’rifat, ketaatan dan kedekatan kepada-Nya semata.&lt;br /&gt;Subhanallah. Mudah-mudahan kita digolongkan oleh Allah ke dalam golongan orang-orang yang mampu merasakan nikmatnya berbuat kebaikan dan merasa senang melihat tersebarnya kebaikan.***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8515542702852383186-6745535843386139399?l=webmadani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://webmadani.blogspot.com/feeds/6745535843386139399/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://webmadani.blogspot.com/2009/04/menikmati-tersebarnya-kebaikan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8515542702852383186/posts/default/6745535843386139399'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8515542702852383186/posts/default/6745535843386139399'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://webmadani.blogspot.com/2009/04/menikmati-tersebarnya-kebaikan.html' title='Menikmati Tersebarnya Kebaikan'/><author><name>Artikel dan Tutorial</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17651543303286090344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8515542702852383186.post-6309792646739654453</id><published>2009-04-14T18:06:00.000-07:00</published><updated>2009-04-14T18:07:21.726-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'></title><content type='html'>Cerahkan Jiwamu Dengan Tulisan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8515542702852383186-6309792646739654453?l=webmadani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://webmadani.blogspot.com/feeds/6309792646739654453/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://webmadani.blogspot.com/2009/04/cerahkan-jiwamu-dengan-tulisan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8515542702852383186/posts/default/6309792646739654453'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8515542702852383186/posts/default/6309792646739654453'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://webmadani.blogspot.com/2009/04/cerahkan-jiwamu-dengan-tulisan.html' title=''/><author><name>Artikel dan Tutorial</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17651543303286090344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8515542702852383186.post-2375066206847844426</id><published>2009-04-14T17:39:00.000-07:00</published><updated>2009-04-14T18:04:59.865-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tutorial'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>KUBURAN MENUNGGU KITA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;"&gt;Pernahkah Anda melihat kuburan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;"&gt; Pernahkah Anda melihat gelapnya kuburan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;"&gt; Pernahkah Anda melihat sempit dan dalamnya liang lahat?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;"&gt; Pernahkah Anda membayangkan kengerian dan kedahsyatan alam kubur?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;"&gt; Sadarkah Anda bahwa kuburan itu dipersiapkan untuk Anda dan untuk orang-orang selain Anda?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;"&gt; Bukankah silih berganti Anda melihat teman-teman, orang-orang tercinta dan keluarga dekat Anda diusung dari dunia fana ini ke kuburan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;"&gt; Dari buaian dunia yang terang benderang ke kegelapan liang lahat... Dari keceriaan bermain dengan keluarga dan anak-anak kepada kekerasan tanah dan ulat-ulat ...Dari kenikmatan makanan dan minuman kepada timbunan debu dan tanah... Dari kelembutan pergaulan di tengah-tengah keluarga kepada kesendirian yang mengerikan...Dari kasur yang empuk kepada tempat pergulatan amal yang sangat menakutkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;"&gt; Di dalam kubur, liang yang sangat sempit itu, tak lagi berbeda antara pelayan dan sang majikan, yang kaya dan yang miskin, semuanya sama. Nikmat kemewahan dan kelezatan dunia pasti berakhir dengan kematian. Dan segenap umat manusia sependapat bahwa kematian itu tidak mengenal umur tertentu, waktu tertentu atau sakit tertentu. Hal mana agar manusia selalu waspada dan terus bersiap-siap karenanya. Kengerian kubur Dari Hani' &lt;st1:place w:st="on"&gt;&lt;st1:City w:st="on"&gt;Maula   Utsman&lt;/st1:City&gt;, &lt;st1:State w:st="on"&gt;ia&lt;/st1:State&gt;&lt;/st1:place&gt; berkata, 'Jika Utsman ra. berdiri di samping kuburan maka beliau menangis hingga basah jenggotnya'. Maka dikatakan kepada beliau, 'Jika engkau mengingat Surga dan Neraka tidak menangis, mengapa engkau menangis karena ini? Maka beliau menjawab, 'Sesungguhnya Rasulullah saw bersabda :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;"&gt; "Kuburan adalah awal kehidupan akhirat. Jika seseorang selamat daripadanya, maka setelahnya menjadi lebih mudah. Dan jika ia tidak selamat daripadanya, maka setelahnya lebih mengerikan."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;"&gt; Kemudian Utsman ra. berkata, 'Rasulullah saw. juga bersabda, 'Aku tidak melihat suatu pemandangan melainkan kuburan lebih mengerikan daripadanya."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;"&gt; (HR. Ahmad dan At-Tirmidzi, dihasankan oleh Al-Albani)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;"&gt; Umar bin Abdul Aziz rahimahullah suatu hari menasihati para sahabatnya, diantaranya beliau berkata:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;"&gt; Jika kalian melewati kuburan, panggillah mereka jika engkau bisa memanggil. Lihatlah, betapa berdempetnya rumah-rumah mereka. Tanyakanlah kepada orang-orang kaya dari mereka, masih tersisakah kekayaan mereka? Tanyakan pula kepada orang-orang miskin di antara mereka, masih tersisakah kemiskinan mereka?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;"&gt; Tanyakanlah tentang lisan-lisan yang dengannya mereka berbicara, sepasang mata yang dengannya mereka melihat indahnya pemandangan?.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;"&gt; Tanyakan pula tentang kulit-kulit lembut dan wajah-wajah yang cantik jelita, juga tubuh-tubuh yang halus mulus, apa yang diperbuat oleh ulat-ulat di balik kafan-kafan mereka?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;"&gt; Lisan-lisan itu telah hancur, wajah-wajah yang cantik jelita itu telah dirobek-robek ulat, anggota badan mereka telah terpisah-pisah berserakan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;"&gt; Lalu di mana pelayan-pelayan mereka yang setia?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;"&gt; Di mana tumpukan harta dan sederetan pangkat mereka?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;"&gt; Di mana rumah-rumah gedong mereka yang banyak dan menjulang tinggi?&lt;/span&gt;&lt;br style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;"&gt; &lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;"&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8515542702852383186-2375066206847844426?l=webmadani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://webmadani.blogspot.com/feeds/2375066206847844426/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://webmadani.blogspot.com/2009/04/kuburan-menunggu-kita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8515542702852383186/posts/default/2375066206847844426'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8515542702852383186/posts/default/2375066206847844426'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://webmadani.blogspot.com/2009/04/kuburan-menunggu-kita.html' title='KUBURAN MENUNGGU KITA'/><author><name>Artikel dan Tutorial</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17651543303286090344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8515542702852383186.post-7062180600897478560</id><published>2009-04-14T10:42:00.000-07:00</published><updated>2009-04-14T18:04:59.865-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tutorial'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>KONFERENSI SYEITAN</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; text-transform: uppercase;"&gt;Konferensi Syeitan, Iblis dan jin kafir&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Setan mengadakan konferensi bersama Iblis, dan jin. Dalam pembukaan dikatakan : “Kita tidak bisa melarang kaum muslim ke Masjid. Kita tidak bisa melarang mereka membaca Al-Qur’an dan mencari kebenaran. Bahkan kita tidak bisa melarang mereka mendekatkan diri dengan Allah, Tuhan mereka dan Muhammad pembawa risalah-Nya. Pada saat mereka melakukan hubungan dengan Allah, kekuatan kita lumpuh!”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Oleh sebab itu, biarkan mereka pergi ke Masjid, biarkan mereka melakukan kesukaan mereka, tetapi curi waktu mereka. Sehingga mereka tidak lagi punya waktu untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah. Alihkan perhatian mereka dari usaha meningkatkan kedekatannya kepada Allah dan awasi terus kegiatannya sepanjang hari.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Sibukkan mereka dengan hal-hal yang tidak penting dalam kehidupan mereka. Ciptakan tipu daya untuk menyibukkan fikiran mereka, rayu mereka agar suka belanja, belanja dan belanja serta berhutang, berhutang dan berhutang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Bujuk para istri untuk bekerja diluar rumah sepanjang hari dan para suami bekerja 6 sampai 7 hari dalam seminggu, 10 -12 jam sehari, sehingga mereka merasa bahwa hidup ini sangat kosong.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Jangan biarkan mereka menghabiskan waktu bersama anak-anak mereka.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Jika keluarga mereka mulai tidak harmonis, maka mereka akan merasa rumah bukanlah tempat melepaskan lelah sepulang kerja. Dorong terus cara berfikir seperti itu sehingga mereka tidak merasa ada ketenangan dirumah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Pikat mereka untuk membunyikan radio atau kaset selama berkendara. Dorong mereka untuk menyetel TV, CD, VCD, DVD dan PC dirumah sepanjang hari. Bunyikan musik terus menerus disemua restoran maupun toko-toko didunia ini. Ini akan mempengaruhi fikiran mereka dan merusak hubungan mereka dengan Allah dan Rasul-Nya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Penuhi meja-meja rumah mereka dengan majalah-majalah dan tabloid. Cokoki mereka dengan berita dan gossip 24 jam sehari. Serang mereka dengan iklan-iklan dijalanan. Banjiri kotak &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;surat&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mereka dengan informasi tak berguna, catalog, undian, tawaran dari berbagai iklan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Muat gambaran wanita cantik itu yang langsing dan berkulit mulus dimajalah dan TV, untuk menggiring para suami berfikir bahwa penampilan menjadi urusan penting, sehingga membuat mereka tidak tertarik lagi pada istri-istrinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Buatlah para istri menjadi sangat letih pada malam hari, buatlah mereka sering sakit kepala. Jika para istri tidak memberikan cinta yang diinginkan sang suami, maka akan mulai mencari diluaran. Inilah yang akan mempercepat retaknya keluarga.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Terbitkan buku cerita untuk mengalihkan kesempatan mereka mengajarkan anak-anak mereka makna shalat. Sibukkan mereka sehingga tidak lagi mempunyai waktu mengkaji bagaimana Allah menciptakan alam semesta.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Arahkan mereka ketempat hiburan, fitness, pertandingan, konser musik dan bioskop. Buatlah mereka sibuk, sibuk dan sibuk. Perhatikan jika mereka berjumpa dengan orang shaleh, bisikan gossip dan percakapan tidak berarti, sehingga percakapan mereka tidak berdampak apa-apa. Demikianlah rencana syeitan, iblis dan jin kafir untuk membuat membuat kaum muslim menjadi lebih sibuk, lebih kalang kabut dan senang hura-hura.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Dan hanya menyisakan sedikit waktu buat Allah Sang Pencipta. Tidak lagi punya waktu untuk bersilaturahmi dan saling mengingatkan akan Allah dan Rasul-Nya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Sekarang pertanyaannya adalah : “Apakah rencana Iblis ini akan berhasil?” Andalah yang menentukan. . . . . &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8515542702852383186-7062180600897478560?l=webmadani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://webmadani.blogspot.com/feeds/7062180600897478560/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://webmadani.blogspot.com/2009/04/konferensi-syeitan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8515542702852383186/posts/default/7062180600897478560'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8515542702852383186/posts/default/7062180600897478560'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://webmadani.blogspot.com/2009/04/konferensi-syeitan.html' title='KONFERENSI SYEITAN'/><author><name>Artikel dan Tutorial</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17651543303286090344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8515542702852383186.post-1095436354404004950</id><published>2009-04-14T10:38:00.000-07:00</published><updated>2009-04-14T18:04:59.865-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tutorial'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Tentang Arti keluarga</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h1&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Pembinaan Aqidah dan Akhlak Terhadap Anak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Dalam perjalanan sejarah kehidupan manusia terbukti bahwa yang dapat mengubah realitas kehidupan jahiliyah adalah mereka yang terbina aqidah dan akhlaqnya secara islami sejak dini. Ibnu Sina mengatakan : Jika anak sudah mulai lepas dari ASI ia harus dilatih akhlaq yang baik sebelum ia tertular akhlaq yang buruk. Oleh karena itu menurut Dr. Muhammad Abdul Hafidz Suwaid, sejak anak lepas ASI maka anak harus sudah mulai mendapatkan pengarahan, nasehat, perintah, larangan motivasi, ancaman,mengenal yang baik dan yang buruk dan lain-lain. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Pada dasarnya ketika anak masih menjadi janin dalam rahim ibunya pada usia 4 bulan, ia telah mengadakan sumpah kesaksian kepada Allah (Al-A池af :174). Akan tetapi komitmennya terhadap sumpah itu setelah lahir tergantung kepada kedua orang tuanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Adapun pembinaan aqidah pada anak menurut Ibnu Sina dimulai dengan menghafalkan kemudian memberikan pemahaman dan dilanjutkan dengan meyakinkan serta mengimani.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Cara-cara pembinaan keimanan terhadap anak:&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Symbol;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Membisikkan kalimat tauhid di saat baru lahir . &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Symbol;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Menyampaikan kalimat tauhid kemudian surat Al-Isra ayat 111 berulang-ulang hingga ia dapat menghafalnya.Rasulullah bersabda : Bukalah kehidupan anak-anakmu dengan kalimat pertama Laa Ilaaha Illallah (HR. Hakim). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Symbol;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Dalam riwayat lain apabila Rosulullah bertemu dengan anak-anak Bani Hasyim yang sudah dapat bicara beliau membacakan surat Al-Isra ayat 111 sebanyak 7x. (HR. Abdur razzak). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Symbol;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Menumbuhkan kecintaan terhadap Allah, mengajarkan untuk meminta tolong ke pada-Nya,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Symbol;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;menumbuhkan sifat merasa diawasi oleh Allah dan menumbuhkan keimanan terhadap taqdir seperti seorang anak penggembala yang disuruh oleh ibnu Umar untuk menjual seekor kambing kepadanya tanpa sepengetahuan tuannya bahwa kambingnya diterkam srigala. Anak itu menjawab , Wahai Tuan anda bisa mengatakan begitu tetapi Allah slalu mengevaluasi dan mengetahui prilaku kita. Juga Abdullah bin Zubair ketika ditanya oleh Umar mengapa engkau &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;,tidak lari dariku seperti kawan-kawanmu? Ia menjawab : saya tidak punya dosa kepadamu sehingga saya tidak perlu menghindar darimu dan saya tidak takut kepadamu sehingga saya tidak perlu memperluas jalan untukmu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Symbol;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Menumbuhkan kecintaan terhadap Nabi Rasulullah SAW bersabda : Ajarkanlah anakmu 3 hal yaitu mencintai Nabimu, mencintai keluarganya dan cinta membaca Al-Qur’an&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Adapun kiat menumbuhkan kecintaan terhadap Nabi SAW adalah :&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Symbol;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Membiasakan anak melakukan ajaran-ajaran Rosulullah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Symbol;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Menumbukan kecintaan membela ajaran Rosulullah (Islam) seperti dua anak kecil yang dengan gagah beraninya dapat membunuh Abu Jahal dalam perang Badar. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Symbol;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Menumbuhkan kecintaan terhadap apa yang dicintai Rosulullah seperti makan dengan tangan kanan, membiasakan memulai pekerjaan dengan membaca basmalah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Symbol;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Menghafalkan hadits seperti Janganlah kamu marah niscaya kamu masuk surga. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Symbol;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Memberi hadiah kepada anak - anak yang hafal hadits. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Symbol;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Mengajak anak bersilaturrahim dan belajar kepada ahli hadits. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Symbol;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Mengajak anak melakukan wisata rohani bersama keluarga atau teman dan kerabat. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Symbol;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Mengajarkan siroh dan memfokuskan pembahasan pada teman-teman tertentu serta mengevaluasi sejauh mana pengaruhnya kepada anak. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Symbol;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Mengajarkan anak membaca dan menghafalkan Al-Qur’an serta memahami tafsirnya seperti Ibnu Abbas atelah menghafal Al-Qur’an disaat ia berusia sepuluh tahun ketika Rosulullah wafat. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Symbol;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Melatih dan membiasakan melakukan shalat, berinfaq dan memperkenalkan manasik haji. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Symbol;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Melakukan pembinaan pemantapan aqidah dan rela berjuang untuk menegakkannya seperti kisah anak kecil dalam peristiwa Ashabul Ukhdud.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Pembinaan akhlaq terhadap anak&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Kesuksesan pembinaan akhlaq terhadap anak sangat tergantung kepada keteladanan orang tua, seluruh anggota keluarga dan orang-oarng terdekatnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Adapun cara-cara pembinaannya adalah sebagai berikut:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Symbol;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Menanamkan adab-adab yang baik terhadap anak seperti adab terhadap kedua orang tua, adab terhadap guru, adab berukhuwah, adab bertetangga,adab menghormati tamu,adab meminta izin, adab makan, adab mendengarkan Al-Qur’an dan lain-lain. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Symbol;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Melatih dan membiasakan anak bersikap jujur sehingga kejujuran menjadi akhlaq kesehariannya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Symbol;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Melatih dan membiasakan anak untuk menjaga amanah karena jujur dan amanah itu merupakan pondasi bagi terbentuknya akhlaq-akhlaq yang mulia. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Symbol;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Melatih anak untuk menghormati dan menghargai orang lain dan melarang anak mencaci, menghina dan menganiaya orang lain. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Symbol;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Menghormati dan menghargai hak milik orang lain sehingga ia dapat terhindar dari sifat ingin mencuri. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Symbol;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Melatih serta membiasakan anak untuk berlapang dada, memaafkan kesalahan orang lain dan menumbuhkan rasa ikut gembira terhadap kenikmatan yang dimiliki oleh orang lain sehingga terhindar dari sifat dengki . &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Symbol;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Melatih dan membiasakan anak untuk hidup sederhana dan merasa cukup dengan rizki yang ada, agar anak tidak manja dan terbiasa hidup mewah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Symbol;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Melatih dan membiasakan anak bekerja dan memenuhi kebutuhannya sendiri sehingga dapat mewujudkan sikap mandiri terhadap anak &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Symbol;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Melatih dan membiasakan anak disiplin dalam kegiatan sehari-harinya sehingga dapat mengatur waktunya dengan baik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Sebagai pesan untuk oranng tua sehubungan dengan pembinaan akhlaq terhadap anak , Tiada yang terbaik dari pendidikan orang tua terhadap anaknya daripada menanamkan akhlaq yang mulia. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Ibnu Umar berkata : Didiklah anakmu karena sesungguhnya kamu bertanggung jawab terhadap apa yan telah kamu ajarkan keadanya dan dia bertangung jawab untuk berbuat baik dan taat kepadamu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;wallohu a'lam &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h1&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;KETAHANAN KELUARGA DALAM MENGHADAPI FRUSTASI SOSIAL&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Era globalisasi saat ini lebih didominasi oleh globalisasi kekufuran, kemungkaran dan kemaksiatan. Dan pemikiran dan idiologi kufur dan sekuler gencar dipasarkan, pergaulan bebas dan pornografi semakin menjadi-jadi dan merajalela. Penjajahan budaya hedonisme dan budaya asing yang amoral melalui media elektronik maupun media cetak semakin gencar, sementara peredaran narkoba semakin meluas ke masyarakat desa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;“Fitnah dan bencana segera datang bagaikan malam yang kelam. Pagi-pagi orang itu mukmin, petang hari telah menjadi kafir. Petang hari dia mukmin, pagi harinya ia sudah berubah menjadi kafir.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Gambaran dari hadist ini salah satunya sudah mulai terjadi. Sekarang kita seakan-akan begitu sulit untuk tetap istiqomah dengan nilai-nilai Islam yang luhur yang diridhoi Allah. Bencana kerusakan idiologi, mental dan budaya datang menyerang dari berbagai penjuru. Dan mereka bergegas melakukan kerusakan yang mendunia. Sementara di sisi lain secara umum dakwah islamiyah yang &lt;i style=""&gt;rahmatan lil ‘alamin&lt;/i&gt; masih dengan sarana yang tradisional dan belum banyak berkembang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="H1" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="H1" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; font-family: Verdana;"&gt;SIKAP KELUARGA MUSLIM&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Dalam kondisi seperti di atas maka mempertahankan diri dan keluarga dari berbagai pengaruh yang negatif yang akan mengancam akidah dan perilaku kita sebagai seorang muslim merupakan suatu keharusan. Yang harus segera kita lakukan adalah membekali diri dengan nilai-nilai keimanan dan akhlak yang islami, membuat diri dan keluarga dapat menjadi istiqomah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Artinya : &lt;i style=""&gt;“Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka” (QS. 66 : 6)&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Ali bin Abi Thalib menjelaskan bahwa &lt;i style=""&gt;“Membentengi diri dan keluarga yang efektif adalah dengan proses pendidikan dan pembinaan.”&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Dengan pendidikan dan pembinaan Islami yang intgral dan benar, akan terbentuklah kepribadian yang kokoh dan sekaligus memiliki imunitas yang kuat dalam menangkal berbagai pengaruh dan rangsangan negatif dari luar. Namun pembentengan diri ini tidak cukup hanya dengan menghindar dan megisolasi diri dari berbagai ancaman eksternal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Di dalam tafsir Ibnu Katsir (jilid 4, hal 34-42) disebutkan bahwa :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;“Imam Mujahid mengatakan bahwa membentengi diri dan keluarga adalah dengan menanamkan nilai-nilai ketaqwaan, sehingga dengan nilai tersebut dapat mendorong manusia meningkatkan komitmen dan ketaatannya serta dapat menghindarkannya dari berbagai kemungkaran dan kemaksiatan”.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="H2" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;"&gt;Ketahanan keluarga agar tetap komitmen dengan nilai-nilai Islam yang luhur dan tidak terpengaruh dengan krisis moral dan frustasi sosial akan semakin efektif jika proses pendidikan dan pembinaan dalam membentuk keluarga Islami terus berjalan secara optimal dan berkesinambungan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="H3" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="H3" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; font-family: Verdana;"&gt;PEMBENTUKAN KELUARGA ISLAMI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Untuk mewujudkan keluarga Islami yang memiliki ketahanan dan imunitas yang tinggi dalam menghadapi krisis mora dan frustasi sosial maka keluarga hendaknya dapat melakukan minimal lima unsur berikut ini : &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;1. Keluarga Harus Dibangun Atas Dasar Taqwa&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Keluarga muslim harus menjadi keluarga teladan bagi terbentuknya masyarakat Islami yang diridhoi Allah SWT. Oleh karena itu azas pembentukan keluarga sakinah (keluarga Islami) adalah ketaqwaan. Maka kesuksesan suami istri dalam pembentukan keluarga Islami tergantung pada ketaqwaan mereka kepada Allah SWT.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Dengan adanya taqwa dari suami istri, maka terwujudlah kebahagiaan mereka yang sebenarnya, karena dibalik ketaqwaan itu terdapat pengarahan dari Allah terhadap hamba-Nya. Selain itu dengan ketaqwaan suami istri akan terciptalah saling percaya antara satu sama lain, sehingga masing-masing akan mendapatkan ketenangan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Suami istri yang bertaqwa kepada Allah akan melihat pernikahan itu sebagai ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah, sehingga masing-masing dapat melaksanakan kewajibannya dan memenuhi hak-hak anggota keluarganya. Seperti itulah keluarga sakinah (keluarga Islami) yang penuh cinta dan kasih sayang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Taqwa kepada Allah membuat suami istri dan seluruh anggota keluarga tunduk patuh kepada Allah SWT. Kelak jika terjadi suatu permasalahan keluarga, mereka akan mudah menyelesaikannya, karena semuanya telah tunduk kepada peraturan Allah dan Rasul-Nya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Maka kebahagiaan keluarga dan ketahanannya dari frustasi sosial kembali pada ketaqwaan suami istri sejak awal pernikahan. Kebahagiaan itu ada di dalam jiwa yang bukan disebabkan oleh terlepasnya seseorang dari beban dan kesulitan hidup, bukan pula karena harta yang berlimpah, tetapi kebahagiaan yang diperoleh karena kepuasan hati yang dilandasicinta karena Allah SWT.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;2. Memilih Pasangan Yang Shaleh&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Jika seseorang ingin menikah, hendaknya ia mencari pasangan yang shaleh sehingga masing-masing dapat saling mencintai dan berupaya untuk membesarkan anak-anaknya di atas prinsip-prinsip ketaqwaan dan akhlaq yang mulia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Di dalam keluarga yang Islami, seluruh anggotanya akan merasakn kenyamanan, ketenangan, ketentraman dan kecintaan. Suasana tersebut dirasakan oleh seluruh anggota keluarga karena keluarga tersebut didirikan oleh suami istri yang shaleh yang sama-sama ingin mewujudkan pengamalan nilai-nilai Islam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Rasulullah SAW memberikan tuntunan kepada para wali calon istri hendaklah memilih suami yang memiliki agama dan akhlaq agar ia dapat melaksanakan kewajiban secara sempurna dalam membimbing keluarga, menunaikan hak istri, pendidikan anak, tanggung jawab yang besar dalam menjaga kehormatan dan menjamin material keluarga&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Beliau bersabda :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Artinya : &lt;i style=""&gt;“Jika orang yang engkau ridhai agama dan kahlaknyamelamar kepadamu, maka nikahkanlah dengannya, Jika kamu tidak menerima (lamarannya) niscaya akan terjadi fitnah dan kerusakan yang besar di muka bumi”. &lt;/i&gt;(HR. Tirmidzi)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Secara sunatullah, wanita shalehah adalh pasangan bagi pria yang shaleh dan sebaliknya. Sebagaimana Allah berfirman : &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Artinya : &lt;i style=""&gt;“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalh untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita yang baik (pula).” &lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Oleh karena itu setiap pribadi hendakya dapat mewujudkan kepribadian yang islami, sehingga Allah akan menjodohkannya dengan pasangan yang berkepribadian islami pula.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;3. Memenuhi Hak dan Kewajiban Suami Istri&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Jika masing-masing suami istri dapat menjalankan kewajibannya dan memenuhi hak-hak pasangannya maka akan terciptalah keluarga sakinah yang penuh dengan ketentraman dan kebahagiaan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Hak-hak dan kewajiban suami istri ada tiga, yaitu :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;a. Hak bersama suami istri, yaitu :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;- Mengadakan hubungan kenikmatan seksual&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;- Berperilaku dengan sebaik-baiknya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;- Mendapatkan warisan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;b. Hak istri terhadap suami, yaitu :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;- Bersifat materi : diberi mahar dan nafkah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;- Bersifat moral : dicintai, dihormati, diringankan pekerjaan rumahnya,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;dinasehati, diajak bermusyawarah, diperlakukan dengan adil, bijaksana dan sikap yang lembut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;c. Hak suami terhadap istri, yaitu :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;- Ditaati perintahnya yang bukan bermaksiat kepada Allah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;- Diberikan pelayanan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;- Anak-anaknya diberikan pendidikan yang islami&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;- Dijaga harta dan amanahnya &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;- Dibantu dalam melakukan kebaikan dan ketaatan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;- Kerabatya diperlakukan dengan sebaik-baiknya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;4. Menjunjung Tinggi Nilai-nilai Islam&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Setiap keluarga hendaknya menghormati dan menjunjung tinggi nilai-nilai Islam. Hal itu hendaknya dimulai dengan keteladanan kedua orang tua yang selalu komitmen terhadap pengamalan nilai-nilai Islam. Keteladanan orang tua sangat diperlukan, sebab proses interaksi anak-anak dan orang tua sangat dekat dalam keluarga. Anak-anak dapat mengetahui kondisi ideal yang diharapkan. Di sisi lain, pada saat anak-anak masih belum dewasa proses penyerapan nilai lebih ditekankan pada apa yang mereka lihat dan dengar dalam kehidupan sehari-hari.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Proses internalisasi nilai-nilai Islam secara menyeluruh harus terjadi dalam setiap anggota keluarga sehingga mereka senatiasa istiqomah dengan adab-adab Islam. Disinilah peran keluarga sebagai benteng pertahanan terkuat dalam menghadapi frustasi sosial.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Allah berfirman :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Artinya : &lt;i style=""&gt;“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara kaffah (menyeluruh) dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syetan. Sesungguhnya syetan itu musuh yang nyata bagi kalian.” &lt;/i&gt;(QS. 2 : 208) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;5. Memiliki Komitmen Terhadap Adab-adab Islam&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Kehidupan berkeluarga yang diwarnai dengan nilai-nilai Islam akan mempermudah terbentuknya generasi muslim yang shaleh. Sebab mereka dapat melihat nilai-nilai Isalm secara nyata dalam setiap perilaku sejak mereka dilahirkan dalam keluarga tersebut. Fenomena kehidupan keluarga islami dapat tercermin sampai kepada hal-hal yang remeh tetapi punya pengaruh yang besar, seperti perlengkapan rumah tangga, alat-alat makan dan minum, pajangan (hiasan) rumah , adab tidur dan bangun tidur, adab makan dan minum, adab masuk ke kamar orang tua, adab masuk ke dalam rumah, adab berbicara, adab bergaul dengan saudara yang tua atau yang muda, pembantu dan pekerja di dalam rumah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Islam telah memberikan adab-adab berbagai macam hal dalam kehidupan berkeluarga, sehinga setiap keluarga muslim tidak berpegang kepada adat istiadat sehingga menyepelekan adab-adab tersebut. Berpegang pada adt istiadat dan meyepelekan adab-adab Islam akan mengakibatkan kerusakan pada kepribadian anak-anaknya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Untuk mewujudkan adab-adab yang Islami dalam keluarga, maka rumah harus kondusif bagi terlaksananya peratuaran Islam. Adab-adab Islam dalam kehidupan berkeluarga akan sulit diaplikasikan jika srukturbangunan rumah yang dimiliki tidak mendukung, misalnya rumah tanpa sekat, tidak ada kamar tidur khusus bagi orang tua yang terpisah dari anak-anak, tidak ada kamar khusus untuk anak perempuan yang terpisah dari anak-anak laki-laki. Berbagai penyakit moral akan mudah didapatkan dalam kondisi semacam ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Terwujudnya keluarga islami tidak terlepas dari faktor biaya, sekalipun materi bukan merupakan tujuan dalam kehidupan keluarga tetapi tanpa materi banyak hal tidak bisa didapatkan. Itulah sebabnya Allah memerintahkan manusia untuk seimbang dalam mencapai kenikmatan dunia dan akhirat (QS. 2 : 201), (QS. 28 : 77)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Walaupun materi bukan segala-galanya tetapi keluarga islami dituntut memiliki materi yang cukup. Rumah yang kondusif untuk terbentuknya suasana islami membutuhkan sarana yang memadai sekalipun tidak harus mewah dan lengkap seperti membuat perpustakaan kecil dan sarana bermain yang islami yang dapat mencerdaskan anak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Jika hal-hal semacam tersebut dilakukan secara islami, maka keluarga tersebut akan memberikan pengaruh yang besar terhadapnya terbentuknya masyarakat yang islami.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;6. Mendidik Anak dan Pembantu dengan Pendidikan Islami&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="H4" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; font-family: Verdana;"&gt;Mendidik Anak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Anak merupakan amanah Allah yang telah diserahkan kepada orang tua. Anak juga merupakan aset masa depan bagi orang tua di dunia dan akhirat. Oleh karena itu, mereka berkewajiban mendidik anak-anaknya agar menjadi generasi penerus yang shaleh, kuat dan bermanfaat. Allah telah mengingatkan orang tua agar tidak meninggalkan generasi yang lemah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Artinya : &lt;i style=""&gt;“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah yang mereka khawatir terhadap (kebahagiaan) mereka.” &lt;/i&gt;(QS. 4 : 9)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Pendidikan anak yang harus dipenuhi orang tua mencakup : pendidikan akidah, pendidikan ibadah, peandidikan akhlaq, pendidika intelektual, pendidiakn sosial dan pendidikan fisik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Anak-anak yang terpenuhi pendidikannya maka ketika mereka dewasa akan dapat memenuhi hak-hak kedua orang tuanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h1&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Mendidik Pembantu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Dalam membentuk keluarga yang sakinah, Islam mentolerir untuk menggunakan pembantu agar dapat meringankan tugas dan kewajiban rumah tangga seperti yang dilakukan Rasulullah, beliau dibantu oleh Anas bin Malik selama sepuluh tahun.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Untuk mewujudkan keluarga yang islami, seluruh anggota keluarga termasuk pembantu hendaknya ikut berperan mengamalkan nilai-nilai Islam. Oleh karea itu suami istri hendaknya mendidik pembantunya agar memiliki kepribadian yang islami. Jika pembantu memiliki kepribadian yang islami, maka rumah tersebut menjadi lingkungan yang baik bagi keberhasilan pendidikan anak yang islami.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Jika semua anggota keluarga memiliki kepribadian yang islami, mereka dapat saling tolong menolong dalam kebaikan dan ketaatan dan menghindar dari keburukan moral dan frustasi sosial.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h1&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;MENGEMBALIKAN SOSOK WANITA IDEAL&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Disaat sekarang kita sulit mencari wanita ideal yang bisa dijadikan qudwah bagi setiap orang, sedangkan tantangan pembentukan kepribadian muslimah datang dari segala aspek. Oleh karena itu kita perlu meninjau kembali unsure-unsur pembentukan wanita ideal seperti yang terjadi dimasa kehidupan Rosulullah SAW. Semoga saja dengan mewujudkan hal tersebut setiap muslimah dapat menjadi qudwah yang dapat menampakkan Akhlaq Al-qur’an.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Adapun unsur-unsur yang dapat mewujudkan sosok wanita ideal adalah :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;1. MENINGKATKAN KEIMANAN. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Hikmahnya:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;a. Dapat memperkuat hubungan dengan Allah.&lt;br /&gt;b. Mewujudkan ketenagan hati.&lt;br /&gt;c. Memiliki ketabahan dan kekuatan dalam menanggung bebean.&lt;br /&gt;d. Memiliki Bashirah Rabbaniyyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun cara peningkatan bekal ruhiyyah adalah dengan banyak beribadah kepada Allah,&lt;br /&gt;seperti:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Shalat (4:77), (22:77);(73:1-6)&lt;br /&gt;b. Membaca Al-Qur’an (8:2)&lt;br /&gt;c. Shaum (2:183)&lt;br /&gt;d. Dzikir (33;41-42), (29;45) ,(62;10) ,(13;28)&lt;br /&gt;e. Dan lain-lain&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana; color: green;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; font-family: Verdana; color: green;" lang="IN"&gt;2. MENINGKATKAN AKHLAQ. &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Hikmahnya:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;a. Menyempurnakan nilai pribadi seseorang &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;b. Dapat menghilangkan fitnah (68:4-6)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;c. Merupakan da’wah bil hal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;d. Merupakan qudwah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;e. Merupakan daya tarik da’wah seorang daiyah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Adapun cara meningkatkan bekal akhlaq dengan :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;a. Bertadabbur Al-Qur’an.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;b. Membaca hadits Rosulullah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;c. Membaca siroh nabawiyyah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;d. Bermujahadah dalam membiasakan akhlaq-akhlaq yang mulia.(29:6).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana; color: green;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; font-family: Verdana; color: green;" lang="IN"&gt;3. MENINGKATKAN PEMAHAMAN.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Hikmahnya:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;a. Dapat menghadapi tantangan kehidupan di akhir zaman.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;b. Dapat berda’wah kepada orang lain dengan cara yang benar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;c. Dapat mewujudkan amal sholeh yang diterima oleh Allah SWT.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;d. Dapat meningkatkan nikmat hidup di dunia dan di akhirat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Adapun cara meningkatkan pemahaman adalah dengan :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;a. Ikhlas dalam mencari ilmu yang bermanfaat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;b. Semangat yang tinggi dalam mencari ilmu (18 :60).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;c. Belajar kepada siapa saja yang dapat menunjukkan kebaikan (18 : 66).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;d. Akrab dengan Al-Quran baik tilawah, pemahaman maupun pengamalan. (2:121).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;e. Mempelajari ilmu yang dapat memperluas pemahaman terhadap niali-nilai Islam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;f. Mempelajari ilmu-ilmu yang dapat memperluas pemahaman tentang ciptaan Allah di alam semesta.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana; color: green;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; font-family: Verdana; color: green;" lang="IN"&gt;4. ISTIQOMAH DALAM BERAMAL (42 :15 )&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Hikmahnya:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;a. Dapat menghindari maksiat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;b. Memanfaatkan sisa usia dengan kebaikan-kebaikan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;c. Menjadi qudwah bagi orang lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;d. Hatinya segar dipenuhi iman.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;e. Memperbanyak nilai amal sholeh.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;f. Merupakan amal yang tetap tertulis betapapun sedang udzur dikarenakan sakit dan bepergian.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Adapun cara mewujudkan amal yang istiqomah adalah:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;a. Tidak banyak makan dan minum.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;b. Tidak berlebihan dalam mentaati agama . &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;c. Tidak mengucilkan diri sendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;d. Banyak mengingat kematian dan hari akhirat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;e. Tidak menyepelekan amalan sehari-hari.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;f. Beramal sesuai dengan sunnatullah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana; color: green;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; font-family: Verdana; color: green;" lang="IN"&gt;5. MENINGKATKAN KESADARAN ISLAMI.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Hikmahnya adalah Memiliki sensitifitas dan imunitas Islami.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Adapun cara mewujudkannya adalah dengan merealisasikan no. 1-4 di atas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana; color: green;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; font-family: Verdana; color: green;" lang="IN"&gt;6. MENINGKATKAN KESEHATAN FISIK.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Untuk menciptakan kesehatan fisik hendaknya senantiasa dengan cara yang baik dan halal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Demikianlah dengan 6 unsur di atas Insya Allah dapat menciptakan sosok muslimah ideal yang senantiasa mendapatkan keridhaanNya, Amin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h1&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Pahamilah Istri Kita&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Pernah suatu hari penulis pulang dari luar kota. Dalam perjalanan Terbayang nanti dirumah akan disambut oleh istri dan anak-anak yang berwajah ceria serta terhidang makanan siap santap, maka dibela-belakan untuk tidak makan dalam perjalanan pulang walaupun lapar. Tatkala tiba dirumah, angan-angan yang indah diperjalan buyar tatkala melihat realita yang sebaliknya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Inilah salah satu gambaran peristiwa kehidupan berumah tangga dan masih banyak lagi peristiwa lainnya yang mewarnai nuansa kehidupan berumah tangga setiap anak manusia. Mungkin ketika kita akan menikah terdetik dan terangan dipikiran kita bahwa calon istri kita adalah seorang wanita yang sholehah dan paripurna, dan itulah idola setiap muslim !!. namun tatkala bahtera kehidupan mulai meninggalkan dermaga untuk mengarungi lautan kehidupan berumah tangga, deburan ombak mulai menghamtam sisi-sisi bahtera dan menggoncang kestabilan perjalanannya. Disaat itulah kita mulai mengetahui akan jati diri istri kita secara transparan. Dari situlah kita mengetahui hakekat sifat fitriah yang dimilikinya. Dan dari situlah kita memulai untuk memformat langkah-langkah kehidupan pada paruh perjalanan kehidupan yang kita akan lalui. Inilah seni kehidupan dan dari sinilah dimulai kehidupan yang hakiki. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Istri kita bukanlahlah malaikat yang suci dari kemaksiatan dan bukanlah pula syetan (na'udzubillah min dzalika) yang selalu melakukan kemaksiatan pada kholiknya. Istri kita adalah manusia seperti kita yang selalu melakukan kesalahan dan kekhilafan serta memiliki banyak kekurangan. Maka Segala kekurangan, kesalahan dan kekhilafan yang istri kita perbuatan haruslah kita maafkan. Bukankah Allah lebih pemaaf atas kesalahan dan kekhilafan hamba-Nya ?. 'sesungguhnya Allah telah memafkan karenaku- dari umatku segala perbuatan yang khilaf dan lupa serta yang dipaksakan atas mereka. 'Istri merupakan amanah dari Allah swt. Amanah yang akan kita pertanggung jawabkan pada mahkamah Allah di akherat kelak. Rosulullah saw telah bersabda, &lt;em&gt;' setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian bertanggung jawab kepada apa yang dipimpinnya &amp;amp; '.&lt;/em&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Janganlah kita termasuk orang yang akan diseret oleh istri kita ke neraka karena kelalaian kita dalam membimbing dan membina mereka sehingga kita termasuk golongan yang dilansir Rosulullah saw dalam sabdanya, &lt;em&gt;'Seseorang wanita itu apabila di hari akhirat akan menarik empat golongan lelaki bersamanya ke dalam neraka. Pertama : ayahnya Kedua : suaminya Ketiga : abang-abangnya Keempat : anak lelakinya &lt;/em&gt;oleh karena itu bekal kehidupan harus kita siapkan sedini mungkin dengan perbekalan yang terbaik yaitu bekal iman dan ketaqwaan sebagai lentera kehidupan serta bekal ilmu sebagi pembimbing perjalanan.Terakhir marilah kita renungi dan jadikan sabda Rosulullah dibawah ini sebagai motor penggerak demi terciptanya keluarga yang SAMARADA (sakinah, mawaddah, rahmah dan dakwah), &lt;em&gt;' Orang yang paling baik diantara kamu adalah orang yang paling baik pada keluarganya.' (HR. Muslim)&lt;/em&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana; color: blue;" lang="IN"&gt;'Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertaqwa. (QS. 25:74)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Wallu'alam bish showab.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8515542702852383186-1095436354404004950?l=webmadani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://webmadani.blogspot.com/feeds/1095436354404004950/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://webmadani.blogspot.com/2009/04/tentang-arti-keluarga.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8515542702852383186/posts/default/1095436354404004950'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8515542702852383186/posts/default/1095436354404004950'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://webmadani.blogspot.com/2009/04/tentang-arti-keluarga.html' title='Tentang Arti keluarga'/><author><name>Artikel dan Tutorial</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17651543303286090344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8515542702852383186.post-7039305663652787993</id><published>2009-04-14T10:31:00.001-07:00</published><updated>2009-04-14T18:04:59.865-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tutorial'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Kalau Kita Mau Sukses</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;"Coba contoh beton, isi di dalamnya berbeda-beda seperti ada pasir, kerikil, semen, air dan sebagainya untuk menopang satu bangunan dengan ikhlas" &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;Medan -- Da'i kondang KH Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) mengungkapkan, kalau rakyat Indonesia mau maju dan sukses menghalau segala bentuk korupsi dan utang negara, kita harus memiliki persamaan dalam pemikiran, karena rahasia kekuatan Indonesia itu ada pada perbedaan di dalam kehidupan masyarakat. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;"Kalau kita ingin sukses dan jauh dari rasa dendam terhadap sesama manusia, carilah persamaan dan jangan cari perbedaan, belajar untuk tidak sombong dan menonjolkan diri sendiri, jangan menganggap remeh orang lain dan pupuklah ukhuwah Islamiyah," ujar Aa Gym dalam tablig akbar di lapangan Istana Maimon, Selasa (30/4) malam. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;Tablig akbar tersebut dalam rangka pencanangan ekonomi syariah Sumatera Utara. Hadir dalam kesempatan itu Ketua Umum MUI Sumut, kalangan pemuka agama, pemuka masyarakat dan sejumlah tokoh di daerah ini. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;Menurut Aa Gym, kebangkitan bangsa &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; saat ini dapat diwujudkan kalau masing-masing pihak tidak menonjolkan kehebatannya atau ingin disanjung. "Coba contoh beton, isi di dalamnya berbeda-beda seperti ada pasir, kerikil, semen, air dan sebagainya tetapi beton tetap menutup semua perbedaan itu untuk menopang satu bangunan dengan ikhlas," ujarnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;Jadi, kata Aa Gym, kalau di negara kita ini banyak partai dan organisasi yang berbeda itu sangat bagus diperlihara, karena bisa menjadi kekuatan untuk kebangkitan bangsa &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; ke depan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;" Tetapi hal itu kalau kita mau melihat persamaannya bukan menyalahkan perbedaan atau pandangannya," ucapnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;Menurut dia kalau ada perbedaan di Al-Washliyah, Muhammadiyah, NU, PPP, PKB, Pesantren ataupun Ormas lainnya itu merupakan rahmat dan jangan disalahkan.Tetapi, mari kita cari persamaannya yakni sesama umat Islam dan orang Indonesia. " Kalau persamaan itu tidak dicari maka munculah perpecahan, tawuran, korupsi, bangsa miskin dan koruptor sehingga jadi bahan tertawaan bangsa lain," katanya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;Untuk itu, menurut Aa Gym, mari kita belajar untuk tidak menonjolkan diri atau berlagak sok pahlawan dan sebagainya. Cukup Allah yang mengetahui perbuatan kita. "Bangsa &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; jangan seperti etalase di toko yang selalu ditonton orang tetapi tidak bermanfaat bagi orang lain." &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;Kemudian, kata Aa Gym, jangan pernah menganggap remeh terhadap orang lain karena orang lain itu merupakan bagian dari kesuksesan kita. "Mari kita mencoba berhenti mengutuk, mencela dan membenci orang lain. Percayalah bangsa ini akan bangkit kalau masyarakatnya tidak saling menghina." &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"&gt;Terakhir, ujar Aa Gym, jagalah ukhuwah (persatuan) sesama umat, karena persatuan itu bukan hanya dimulut tetapi dimulai dari diri sendiri. "Cobalah mempunyai 5 S di dalam diri kita, yakni berlaku senyum, salam, sapa, sopan dan santun. Kalau kunci 5 S ini sudah kita punyai, Insya Allah bangsa &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; akan bangkit dari keterpurukan." (m43) &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;http://www.waspada.com/news/2002/04/30/200204304h.asp&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8515542702852383186-7039305663652787993?l=webmadani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://webmadani.blogspot.com/feeds/7039305663652787993/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://webmadani.blogspot.com/2009/04/kalau-kita-mau-sukses.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8515542702852383186/posts/default/7039305663652787993'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8515542702852383186/posts/default/7039305663652787993'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://webmadani.blogspot.com/2009/04/kalau-kita-mau-sukses.html' title='Kalau Kita Mau Sukses'/><author><name>Artikel dan Tutorial</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17651543303286090344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8515542702852383186.post-9100184023983576448</id><published>2009-04-14T10:20:00.001-07:00</published><updated>2009-04-14T18:04:59.866-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tutorial'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>A Walk To Remember.....doc</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;" lang="IN"&gt;A Walk To Remember ...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Jammie Sullivan, seorang gadis cantik berusia belasan tahun yang hidupnya selalu diabdikan untuk membantu, menolong bahkan menyenangkan orang lain. Ia tidak pernah menyakiti siapapun sehingga tak satupun orang yang tidak menyukai berada bersamanya. Ia selalu berharap apapun yang dilakukannya bisa bermanfaat dan sangat berarti bagi orang lain, terlebih bagi orang-orang terdekatnya ia senantiasa ingin melakukan yang terbaik. Cerdas, menyenangkan, menghormati sesama, dan tentu sangat agamis. Dialah sosok yang diceritakan Nicholas Sparks dalam novelnya yang berjudul A Walk To Remember yang kemudian difilmkan dengan judul yang sama dengan pemeran utama Mandy Moore sebagai Jammie.&lt;br /&gt;Apa yang dilakukan Jammie, tentu ada yang membuatnya melakukan itu semua selain karena memang secara fitrah setiap manusia diajarkan untuk senantiasa memperbaiki perbuatan baiknya dari hari ke hari dan terus menerus. Tetapi juga, -dalam cerita tersebut- karena sang gadis tahu bahwa waktunya tinggal sesaat karena penyakit leukemia yang dideritanya.&lt;br /&gt;Sudah menjadi tabiat seseorang yang sudah mengetahui bahwa waktu hidupnya di dunia tak lama lagi -biasanya karena vonis dokter atas penyakit yang dideritanya atau karena usia yang sudah lanjut- untuk menghabiskan sisa waktunya dengan perbuatan dan amal-amal yang bernilai, baik disisi Tuhan maupun di mata manusia. Masalahnya kemudian, ini seolah hanya menjadi ritual orang-orang yang memang sudah tahu waktunya sudah dekat, sementara masih jauh lebih banyak orang-orang yang merasa ajalnya masih jauh.&lt;br /&gt;Setiap manusia pasti merasakan mati, namun kepastian datangnya maut itu sendiri tetap menjadi rahasia Allah. Maka kemudian, beruntunglah orang-orang yang senantiasa mengingat mati sehingga ia begitu takut akan datangnya hari itu sementara belum banyak hal baik yang dilakukan, belum bernilai amal-amal perbuatannya, dan terasa belum menjadi bekal yang cukup untuk perjalanan panjang kehidupan akhirat. Orang-orang yang kerap mengingat mati, tentu sangat takut untuk melakukan hal-hal buruk, baik terhadap Tuhannya maupun kepada makhluk lain. Mereka tentu sangat ingin waktu hidupnya begitu berarti, bernilai dan berhasil sehingga Allah pun tak segan-segan memasukannya ke dalam golongan orang-orang yang selamat. Tidak hanya itu, perbuatan baiknya selama di dunia terhadap orang lain juga diharap mampu meringankan jalannya menuju surga Allah, kalaupun ada rintangan dan adzab yang mesti dilaluinya, sedikitnya terbantu oleh do'a orang-orang yang ditinggalkannya.&lt;br /&gt;Namun demikian, rahasia Allah akan waktu mati juga membuat kenyataan bahwa tidak semua manusia sadar akan pentingnya mengingat mati agar pada saatnya nanti ia sudah siap dengan perbekalan yang cukup dan juga pada saat itu tiba ia tetap dalam keadaan beriman. Karena ternyata, tidak sedikit manusia lupa bahwa masa itu benar-benar akan datang sehingga mereka lalai dan terlena dalam kehidupan dunia. Sampai pada puncak dari kecintaannya pada kehidupan dunia, ia pun teramat sangat takut akan datangnya maut. Bahkan banyak pula orang-orang yang tidak menyadari bahwa ajal begitu dekat, sedekat nafas yang berhembus dari kerongkongan, lebih dekat dari darah yang mengalir di tubuh dan jauh lebih dekat dari jarak antara setiap detak jantung manusia. Hingga pada hari itu tiba, tak sedikitpun amal kebaikan terisi dalam kantong perbekalannya. Jika demikian, apakah tak merasa malu berdiri dihadapan-Nya dengan tangan hampa sementara orang lain disekelilingnya berlomba memperbanyak isi kantong perbekalannya untuk dihitung di hari akhir? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Disamping itu, perlu juga rasanya sesaat kita menengok orang-orang yang telah mengukir namanya begitu indah sehingga puluhan, ratusan tahun sesudah kepergiannya pun ada -mudah-mudahan banyak- orang yang selalu mengenangnya. Meski apa yang dilakukannya tidak dimaksudkan untuk mengukir nama, karena memang bukan itu tujuan dari amal, jasa dan perbuatan baiknya dilakukan. Namun demikian tetap saja, amal mulianya itu mampu memahatkan nama dan kenangan secara mendalam pada lembar hati setiap orang yang mengenalnya. Orang-orang yang rela mati demi memperjuangkan kemerdekaan bagi negeri, bukan gelar pahlawan yang mereka cari. Begitu juga dengan para guru, orangtua dan orang-orang terkasih, terdekat, terhebat yang begitu berarti bagi kehidupan orang banyak, tentu nama mereka kan selalu dikenang, meski bukan itu yang dituju. Namun, bukankah itu menjadi keindahan tersendiri? bayangkan saat kita mati dalam keadaan yang baik, dengan perbekalan yang cukup dan kepergian kita ditangisi banyak manusia, diharapkan kedatangan kita oleh Allah dan para malaikat dengan tangan terbuka, sementara orang-orang yang kita tinggalkan selalu mengenang kehidupan bersama kita ... Wallahu a'lam bishshowaab.&lt;br /&gt;Jangan Lupa, perkayalah Hati!&lt;br /&gt;Ada orang-orang yang meski hidupnya sering dipandang serba berkekurangan, namun mereka tetap tenang menjalani hidup. Kedamaian jiwa senantiasa menyelimuti hari-harinya sementara disaat yang sama pula tekanan hidup seolah tak hentinya menghantui. Mereka, tak pernah merasa khawatir, takut, gelisah bahkan putus asa mengukur jalan panjang kehidupan yang bagi sebagian orang lainnya sering terlihat begitu berat dan menyesakkan. Ujian dan cobaan yang datang silih berganti tak membuat mereka lelah apalagi berpikir untuk mengakhiri hidup. Goretan-goretan perjuangan pun bahkan tampak jelas dari derasnya peluh yang mengalir. Demikian pula, kepahitgetiran hidup tak pernah memaksa mereka membutakan mata untuk melakukan perbuatan jahat.&lt;br /&gt;Mereka tak berpangkat dan jabatan, juga tak berpenghasilan memadai dimata orang-orang berlebih. Perjalanan mereka tetap terasa sejuk dan menyenangkan tanpa kendaraan pribadi, tak menaruh keceriaan hidup pada tempat-tempat rekreasi. Bagi mereka, berkumpul dan bercanda penuh suka cita dengan seluruh keluarga sudah menjadi rekreasi yang memuaskan. Bukan sepatu dan pakaian bagus, tapi cukup dengan memastikan tak satupun anggota keluarga mereka yang bersedih hati dihari itu, dijamin senyum pun terkembang. Makan hidangan ala kadarnya di rumah bersama segenap anggota keluarga, bagi mereka jauh lebih nikmat dengan membayar mahal sebuah tempat makan di luar yang bercampur dengan orang lain.&lt;br /&gt;Sementara di seberang kehidupan mereka, ada orang-orang yang menggantungkan kebahagiaannya pada banyaknya harta yang mereka miliki. Tak pernah ada kata cukup dalam hal kepemilikan, karena dalam kehidupan mereka, kebutuhan akan kepuasan hidup terus berpacu dengan semakin giatnya pencarian kekayaan. Hingga akhirnya, mereka selalu gelisah atau khawatir akan hidup kekurangan, bahkan ketakterkecukupan menjadi suatu yang menakutkan untuk sejauh mungkin dihindari. Bukan tidak mungkin, rasa takut akan datangnya orang yang merampas paksa harta mereka, kerap menghantui malam-malamnya.&lt;br /&gt;Tentu saja tidak semua orang-orang berkecukupan mengalami keterhenyakkan hati seperti diatas, sebagaimana halnya tidak semua orang-orang miskin mampu mengendalikan setiap tekanan yang memang tak bosan menghampirinya. Perbedaannya hanya pada hati, seberapa kaya hati mereka sehingga bisa melepaskan semua belenggu material yang menghinggapi, seberapa kaya hati mereka sehingga mampu menguasai dan mengendalikan nafsu dan keinginan-keinginan yang sering kali tak terbendung. Untuk kita, seberapa kaya juga hati-hati dipersiapkan untuk dapat terus bertahan dengan segala cobaan hidup yang jelas-jelas mustahil tidak ada.&lt;br /&gt;Perkayalah hati ini dengan dzikir yang membasahi lembar-lembar hati yang sudah kering. Sejukkan dia dengan keheningan malam-malam yang tak terlewati dalam simpuh di kaki-Nya, dimana ada butir-butir tangis yang meruntuhkan kesombongan dan mengembalikan kesadaran kita akan tempat kembali. Rasulullah Muhammad Saw telah mencontohkan kepada kita soal kekayaan hati dengan memperbanyak mengingat Allah, sehingga meski sebagai manusia mulia yang begitu dihormati pengikutnya, ia memiliki peluang untuk hidup berlebih, namun kesederhanaanlah yang menjadi pilihannya. Ia juga yang mengajarkan kita untuk selalu takut akan adzab Allah dengan memperbanyak memohon ampunan-Nya.&lt;br /&gt;Hiasi juga hati dengan pancaran keindahan cinta kepada Allah dan Nabi-Nya dengan senantiasa memancangkan niat pengorbanan dan pembelaan terhadap agama-Nya. Bukankah janji Allah begitu terang akan pertolongan dan peneguhan kedudukan bagi setiap penolong-Nya sebagai bukti cintanya. Tentu banyak cara yang bisa kita perbuat untuk membuktikan cinta itu. Bershalawatlah untuk Rasulullah dan keluarganya, karena itu menjadi bukti kecintaan kita kepada beliau dan keluarga. Sehingga dengan itu semua, tak ada lagi kecintaan terhadap apapun yang lebih tinggi dari cinta Kepada Allah dan para Rasul-Nya.&lt;br /&gt;Tambahkan kekayaan hati dengan mengasah kepekaannya agar senantiasa tersentuh dengan keprihatinan orang lain dan menikmati keindahan hidup dalam kesederhanaan. Allah mengajarkan kita untuk melakukan itu dengan berpuasa, berzakat dan infak shodaqoh. Perbanyaklah memberi kepada mereka yang kekurangan dengan ikhlas. Di Inggris pernah ada pencuri yang begitu sangat didambakan oleh para konglomerat. Media pers kerap memberitakan soal pencuri tersebut karena prestasi dan keberhasilannya menyatroni rumah-rumah para konglomerat. Uniknya, memang pencuri ini spesialis pembobol rumah para konglomerat, sehingga setiap ia tertangkap di pagi hari, petang harinya seorang konglomerat lainnya sudah menebusnya keluar dari penjara dengan satu syarat, bahwa ia harus membobol rumahnya malam ini. Tentu saja yang dicari para konglomerat itu adalah pengakuan bahwa dirinya memang kaya raya sehingga pantas didatangi oleh raja pencuri itu. Tentu saja, bukan model seperti ini pemberian yang kita lakukan kepada orang lain, bukan pemberian yang semakin mempertegas jarak si miskin dan si kaya, memperjelas status bahwa yang memberi adalah orang berpunya yang harus dihormati oleh orang yang menerima.&lt;br /&gt;Sungguh kasihan orang-orang yang kaya materi namun hatinya begitu miskin, karena harta yang dimilikinya tak selamanya mampu menenangkan hati mereka. Bahkan mungkin hati mereka begitu tersiksa karena telah begitu lama dikendalikan oleh materi, bukan sebaliknya bahwa merekalah yang seharusnya memegang kendali. Atau bisa jadi mereka tak pernah menyadari hatinya begitu miskin. Tangisan hatinya yang setiap hari, tak pernah terdengar karena tertutup oleh hingar bingar kesibukannya memperkaya jasad, tidakkah ia tahu bahwa hatinya sangat iri untuk juga ingin dicukupi?&lt;br /&gt;Sementara itu, sungguh malang nian orang-orang yang memang tidak memiliki apa-apa dalam kehidupan dunianya, tetapi terus membiarkan hatinya kering tanpa setitikpun kegemerlapan hati. Padahal ia sangat mungkin memperkaya hatinya dengan cara dan kemampuan mereka sendiri. Merasa cukup dengan apa yang dimilikinya (qonaah) dan rendah hati (tawadhu') karena memang tak ada yang patut disombongkan, berusaha dan bekerja tanpa mengandalkan dua tangan yang terus dibawah dalam posisi menerima, tidak merasa rendah diri dan menyesali ketentuan yang diberikan Allah, dan senantiasa mendekatkan diri kepada Tuhannya agar tak lekas berputus asa atas setiap cobaan yang diterimanya. Bukankah dengan demikian mereka mampu membuktikan siapa yang kaya sebenar-benarnya kaya? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Wallahu a'lam bishshowaab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;br /&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;br /&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8515542702852383186-9100184023983576448?l=webmadani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://webmadani.blogspot.com/feeds/9100184023983576448/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://webmadani.blogspot.com/2009/04/walk-to-rememberdoc.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8515542702852383186/posts/default/9100184023983576448'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8515542702852383186/posts/default/9100184023983576448'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://webmadani.blogspot.com/2009/04/walk-to-rememberdoc.html' title='A Walk To Remember.....doc'/><author><name>Artikel dan Tutorial</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17651543303286090344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8515542702852383186.post-285805123507745436</id><published>2009-04-14T10:12:00.000-07:00</published><updated>2009-04-14T18:04:59.866-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tutorial'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>100 Langkah Menuju Kesempurnaan Iman</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: Tahoma;"&gt;100 Langkah Menuju Kesempurnaan Iman :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Tahoma;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Tahoma;"&gt;1. Bersyukur apabila mendapat nikmat;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Tahoma;"&gt;2. Sabar apabila mendapat kesulitan;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Tahoma;"&gt;3. Tawakal apabila mempunyai rencana/program;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Tahoma;"&gt;4. Ikhlas dalam segala amal perbuatan;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Tahoma;"&gt;5. Jangan membiarkan hati larut dalam kesedihan;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Tahoma;"&gt;6. Jangan menyesal atas sesuatu kegagalan;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Tahoma;"&gt;7. Jangan putus asa dalam menghadapi kesulitan;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Tahoma;"&gt;8. Jangan usil dengan kekayaan orang;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Tahoma;"&gt;9. Jangan hasud dan iri atas kesuksesan orang;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Tahoma;"&gt;10. Jangan sombong kalau memperoleh kesuksesan;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Tahoma;"&gt;11. Jangan tamak kepada harta;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Tahoma;"&gt;12. Jangan terlalu ambisius akan sesuatu kedudukan;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Tahoma;"&gt;13. Jangan hancur karena kezaliman;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Tahoma;"&gt;14. Jangan goyah karena fitnah;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Tahoma;"&gt;15. Jangan bekeinginan terlalu tinggi yang melebihi kemampuan diri;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Tahoma;"&gt;16. Jangan campuri harta dengan harta yang haram;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Tahoma;"&gt;17. Jangan sakiti ayah dan ibu;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Tahoma;"&gt;18. Jangan usir orang yang meminta-minta;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Tahoma;"&gt;19. Jangan sakiti anak yatim;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Tahoma;"&gt;20. Jauhkan diri dari dosa-dosa yang besar;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Tahoma;"&gt;21. Jangan membiasakan diri melakukan dosa-dosa kecil;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Tahoma;"&gt;22. Banyak berkunjung ke rumah Allah (masjid);&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Tahoma;"&gt;23. Lakukan shalat dengan ikhlas dan khusyu;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Tahoma;"&gt;24. Lakukan shalat fardhu di awal waktu, berjamaah dan di masjid;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Tahoma;"&gt;25. Biasakan shalat malam;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Tahoma;"&gt;26. Perbanyak dzikir dan do'a kepada Allah;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Tahoma;"&gt;27. Lakukan puasa wajib dan puasa sunat;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Tahoma;"&gt;28. Sayangi dan santuni fakir miskin;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Tahoma;"&gt;29. Jangan ada rasa takut kecuali hanya kepada Allah;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Tahoma;"&gt;30. Jangan marah berlebih-lebihan;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Tahoma;"&gt;31. Cintailah seseorang dengan tidak berlebih-lebihan;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Tahoma;"&gt;32. Bersatulah karena Allah dan berpisahlah karena Allah;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Tahoma;"&gt;33. Berlatihlah konsentrasi pikiran;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Tahoma;"&gt;34. Penuhi janji apabila telah diikrarkan dan mintalah maaf apabila karena sesuatu &lt;span style=""&gt;              &lt;/span&gt;sebab tidak dapat dipenuhi; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Tahoma;"&gt;35. Jangan mempunyai musuh, kecuali dengan iblis/syetan;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Tahoma;"&gt;36. Jangan percaya ramalan manusia;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Tahoma;"&gt;37. Jangan terlampau takut miskin;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Tahoma;"&gt;38. Hormatilah setiap orang;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Tahoma;"&gt;39. Jangan terlampau takut kepada manusia;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Tahoma;"&gt;40. Jangan sombong, takabur dan besar kepala;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Tahoma;"&gt;41. Bersihkan harta dari hak-hak orang lain;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Tahoma;"&gt;42. Berlakulah adil dalam segala urusan;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Tahoma;"&gt;43. Biasakan istighfar dan taubat kepada Allah;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Tahoma;"&gt;44. Bersihkan rumah dari patung-patung berhala;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Tahoma;"&gt;45. Hiasi rumah dengan bacaan Al-Quran;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Tahoma;"&gt;46. Perbanyak silaturahmi;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Tahoma;"&gt;47. Tutup aurat sesuai dengan petunjuk Islam;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Tahoma;"&gt;48. Bicaralah secukupnya;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Tahoma;"&gt;49. Beristri/bersuami kalau sudah siap segala-galanya;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Tahoma;"&gt;50. Hargai waktu, disiplin waktu dan manfaatkan waktu;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Tahoma;"&gt;51. Biasakan hidup bersih, tertib dan teratur;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Tahoma;"&gt;52. Jauhkan diri dari penyakit-penyakit bathin;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Tahoma;"&gt;53. Sediakan waktu untuk santai dengan keluarga;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Tahoma;"&gt;54. Makanlah secukupnya tidak kekurangan dan tidak berlebihan;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Tahoma;"&gt;55. Hormatilah kepada guru dan ulama;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Tahoma;"&gt;56. Sering-sering bershalawat kepada nabi;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Tahoma;"&gt;57. Cintai keluarga Nabi saw;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Tahoma;"&gt;58. Jangan terlalu banyak hutang;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Tahoma;"&gt;59. Jangan terlampau mudah berjanji;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Tahoma;"&gt;60. Selalu ingat akan saat kematian dan sadar bahwa kehidupandunia adalah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Tahoma;"&gt;&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;kehidupan sementara;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Tahoma;"&gt;61. Jauhkan diri dari perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat seperti&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Tahoma;"&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mengobrol yang tidak berguna;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Tahoma;"&gt;62. Bergaullah dengan orang-orang shaleh;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Tahoma;"&gt;63. Sering bangun di penghujung malam, berdoa dan beristighfar;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Tahoma;"&gt;64. Lakukan ibadah haji dan umrah apabila sudah mampu;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Tahoma;"&gt;65. Maafkan orang lain yang berbuat salah kepada kita;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Tahoma;"&gt;66. Jangan dendam dan jangan ada keinginan membalas kejahatan dengan kejahatan &lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;lagi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Tahoma;"&gt;67. Jangan membenci seseorang karena paham dan pendirian;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Tahoma;"&gt;68. Jangan benci kepada orang yang membenci kita;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Tahoma;"&gt;69. Berlatih untuk berterus terang dalam menentukan sesuai pilihan;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Tahoma;"&gt;70. Ringankan beban orang lain dan tolonglah mereka yang mendapatkan kemuliaan .&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Tahoma;"&gt;71. Jangan melukai hati orang lain;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Tahoma;"&gt;72. Jangan membiasakan berkata dusta;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Tahoma;"&gt;73. Berlakulah adil, walaupun kita sendiri akan mendapatkan kerugian;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Tahoma;"&gt;74. Jagalah amanah dengan penuh tanggung jawab;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Tahoma;"&gt;75. Laksanakan segala tugas dengan penuh keikhlasan dan kesungguhan;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Tahoma;"&gt;76. Hormati orang lain yang lebih tua dari kita;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Tahoma;"&gt;77. Jangan membuka aib orang lain;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Tahoma;"&gt;78. Lihatlah orang yang lebih miskin daripada kita, lihat pula orang yang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Tahoma;"&gt;&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;lebih berprestasi dari kita;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Tahoma;"&gt;79. Ambilah pelajaran dari pengalaman orang-orang arif dan bijaksana;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Tahoma;"&gt;80. Sediakan waktu untuk merenung apa-apa yang sudah dilakukan;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Tahoma;"&gt;81. Jangan minder karena miskin dan jangan sombong karena kaya;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Tahoma;"&gt;82. Jadilah manusia yang selalu bermanfaat untuk agama, bangsa dan negara.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Tahoma;"&gt;83. Kenali kekurangan diri dan kenali pula kelebihan orang lain;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Tahoma;"&gt;84. jangan membuat orang lain menderita dan sengsara;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Tahoma;"&gt;85. Berkatalah yang baik-baik atau tidak berkata apa-apa;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Tahoma;"&gt;86. Hargai prestasi dan pemberian orang;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Tahoma;"&gt;87. Jangan habiskan waktu untuk sekedar hiburan dan kesenangan;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Tahoma;"&gt;88. Akrablah dengan setiap orang, walaupun yang bersangkutan tidak menyenangkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Tahoma;"&gt;89. Sediakan waktu untuk berolahraga yang sesuai dengan norma-norma agama&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 14.2pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Tahoma;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dan kondisi diri kita;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Tahoma;"&gt;90. Jangan berbuat sesuatu yang menyebabkan fisik atau mental kita menjadi terganggu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Tahoma;"&gt;91. Ikutilah nasihat orang-orang yang arif dan bijaksana;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Tahoma;"&gt;92. Pandai-pandailah untuk melupakan kesalahan orang dan pandai-pandailah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Tahoma;"&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;untuk melupakan jasa kita;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Tahoma;"&gt;93. Jangan berbuat sesuatu yang menyebabkan orang lain terganggu, dan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Tahoma;"&gt;&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;jangan berkata sesuatu yang dapat menyebabkan orang lain terhina;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Tahoma;"&gt;94. Jangan cepat percaya kepada berita jelek yang menyangkut teman kita,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Tahoma;"&gt;&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;sebelum dicek kebenarannya;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Tahoma;"&gt;95. Jangan menunda-nunda pelaksanaan tugas dan kewajiban;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Tahoma;"&gt;96. Sambutlah uluran tangan setiap orang dengan penuh keakraban dan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Tahoma;"&gt;&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;keramahan dan tidak berlebihan;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Tahoma;"&gt;97. Jangan memforsir diri untuk melakukan sesuatu yang di luar kemampuan diri .&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Tahoma;"&gt;98. Waspadalah akan setiap ujian, cobaan, godaan dan tantangan.Jangan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Tahoma;"&gt;&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;lari dari kenyataan hidup.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Tahoma;"&gt;99. Yakinlah bahwa setiap kebajikan akan melahirkan kebaikan dan setiap&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Tahoma;"&gt;&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;kejahatan akan melahirkan kerusakan;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Tahoma;"&gt;100.Jangan sukses di atas penderitaan orang dan jangan kaya dengan memiskinkan orang;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Tahoma;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Tahoma;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Tahoma;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Tahoma;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Tahoma;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Tahoma;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8515542702852383186-285805123507745436?l=webmadani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://webmadani.blogspot.com/feeds/285805123507745436/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://webmadani.blogspot.com/2009/04/100-langkah-menuju-kesempurnaan-iman.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8515542702852383186/posts/default/285805123507745436'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8515542702852383186/posts/default/285805123507745436'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://webmadani.blogspot.com/2009/04/100-langkah-menuju-kesempurnaan-iman.html' title='100 Langkah Menuju Kesempurnaan Iman'/><author><name>Artikel dan Tutorial</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17651543303286090344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8515542702852383186.post-3814858505155534583</id><published>2009-04-14T09:59:00.000-07:00</published><updated>2009-04-14T18:04:59.866-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tutorial'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Terusan Buat Para Bujang</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;yang harus diperhatikan dalam tugas mulia ini, yaitu : 1. Sambutlah kedatangan suami dengan muka yang manis, air muka yang jernih dan berseri akan memberikan kesejukan dan kedamaian di hati suami. Menghilangkan keletihannya, ketegangan fikirannya dan dapat mengusir kegalauan hatinya setelah di terpa oleh debu-debu jahiliyah di luar rumah. 2. Tampilah dengan penampilan yang segar dan berhias yang baik. Wanita sholihah adalah wanita yang cantik lahir bathin, yang tercermin dalam sikap hidupnya sehari-hari. Secara fisik darah daging dan tulang belulang bersih dari benda-benda haram, sedangkan bathinnya bersih dari kekotoran kejiwaan karena selalu di cuci dengan rinso samawi. Islam meletakkan ukuran kecantikan pada jiwa yang tunduk terhadap Allah dan Rosul-Nya, sekalipun Allah meminta&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt; jiwanya apalagi cuma sekedar meminjamkan suaminya untuk memperjuangkan tegaknya dienul islam. Lalu bagaimana berhias yang baik ? Berhias mempercantik diri secara jasmaniah sesuai dengan selera yang di minati oleh suami tanpa melanggar ketentuan Allah terhadap pemakaian alat-alat berhias yang di haramkan seperti cemara, bulu mata palsu, mengikir alis dan gigi, atau operasi plastik. Bagi wanita sholihat tidaklah cukup hanya berhias jasmaniah saja, juga harus menghias bathiniah dengan akhlaq yang mulia. Alangkah bahagianya suami melihat istri dapat menyejukkan hatinya, pada menempatkan diri dalam ketaatan pada suami dengan akhlaqul karimah untuk mendapatkan mardhotillah (ridho Allah). Dikala suami tidak ada di rumah dia dapat menjag amanah harta suaminya walau sekecil apapun, juga terhadap anaknya bahkan terhadap dirinya selaku istri. " Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah yang dahulu. ... " (QS.33:33) 3. Memberi kabar manis pada suami : siapakah yang tidak mengerti banyaknya problem yang di hadapi wanita sholihat selama berada di rumahnya ? Tetapi dapatkah kita menahan diri untuk menunda memberi tahukan berita buruk pada suami ketika baru saja ia kembali. 4. Temanilah suami beristirahat dengan cerita-cerita yang indah dan menarik hati agar dada yang sesak dapat lapang kembali, pikiran yang kusut dapat jernih kembali setelah situasi dan kondisi telah normal kembali dan suami telah siap untuk menerima masalah kembali, barulah diceritakan problem yang ada dan didiskusikan pemecahannya. 5. Menyiapkan makanan. Biasakanlah agar suami dapat menyempatkan diri makan di rumah bersama-sama. Untuk itu wanita sholihat harus cekatan dan menentukan waktu dan menyediakan menu makanan sesuai dengan selera suami. Tidak usah takut gagal, setiap suami akan merasakan kenikmatan dari kelezatan makanan yang dihidangkan dengan bumbu penyedap mawaddah wa rahmah. Demikianlah beberapa tip yang dapat di coba sebagai langkah persiapan menyambut suami dengan baik. Semoga dapat di rasakan hikmahnya. " Allah SWT itu indah dan ia mencintai yang indah, murah hati dan menyukai kemurahan hati, menyukai akhlaq-akhlaq yang luhur dan membenci akhlaq yang rendah. " (Ummi Hanif)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;Tata Cara Penikahan, Antara Syar'i dan Adat Pertanyaan Assalaamu'alaikum Wr Wb, Ustadz to the point aja, saya ingin bertanya tentang bagaimana sebenarnya prosesi pinangan dan pernikahan secara islami? khususnya jika dilihat secara syariah, hijab, maupun kondisi pihak pria dan wanita? Apakah hukum adat tetap dilaksanakan, atau ditinggalkan? lalu bagaimana sebenarnya posisi hukum adat dan agama tersebut? Apakah hukum adat dan agama itu berjalan sendiri-sendiri atau dapat berjalan bersama-sama? jika dua-duanya dilaksanakan, apakah hal itu tidak menimbulkan bid'ah, musyrik, mubazir, dan tidak sesuai syariah? Lalu bagaimana caranya, jika kita ingin tetap melaksakan segalanya berdasarkan syariah, tetapi tetap tidak meninggalkan hukum adat dengan pertimbangan bahwa adat itu sulit dihapuskan? Demikian,pertanyaan saya. Jazakumullah khoiron katsiro. Wassalaamua'alikum Wr Wb, Win, Cirebon Jawaban Assalaamu'alaikum Wr Wb, Yang anda katakan "to the point saja" jawabannya tak bisa "to the point" sebab jika benar-benar ingin dijawab lengkap maka jawaban kami sudah cukup untuk membuat sebuah buku. Dengan kata lain, meskipun pertanyaan anda singkat, namun jawabannya justru panjang lebar dan tinggi besar. Tapi kami akan berusaha menjawabnya, meskipun sebenarnya akan lebih mudah jika para netters meberikan kami pertanyaan yang lebih detil yang berarti jawabannya tak panjang lebar tinggi besar. 1. Jika anda bertanya di mana letak posisi hukum adat di banding hukum agama dalam pernikahan, maka sebenarnya dalam hal apapun hukum adat yang tidak berlandaskan hukum agama kedudukannya jauh di bawah hukum agama. Memang Islam membolehkan pengambilan hukum adat sebagai tata laksana tingkah laku dalam masyarakat, tetapi jika hukum buatan manusia turun temurun tersebut bertentangan dengan hukum Islam dari Allah..... maka ia tak boleh dilaksanakan, alias dibuang saja. 2. Hukum adat yang tidak bertentangan dengan agama bisa saja tetap digunakan dalam upacara pernikahan, misal acara permintaan maaf dan restu kedua mempelai ke pihak orangtua kedua pihak, atau acara pemberian nasehat dari sesepuh keluarga besar, sampai acara injak telur (asalkan telurnya dibungkus plastik sehingga masih bisa dimanfaatkan)... tak apa dijalankan. Hukum segala sesuatu asalnya mubah (boleh) kecuali yang sudah dilarang. 3. Hukum adat yang jika dilaksanakan terpaksa melanggar hukum Allah misalnya menjadi mubazir atau syirik.....maka kedudukannya menjadi haram (tidak mubah lagi) dan karenanya tidak boleh dilaksanakan. Namun jika masih ingin dimodifikasi dan tidak mengandung niat kemaksiyatan (misal sesajen), maka bisa saja dikompromikan. 4. Kedudukan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt; soal hijab dalam upacara nikah maupun walimah tidak kaku. Masalah ini sebenarnya berada dalam lingkup masalah tata krama pergaulan dalam Islam. Dalam pesta walimah bisa saja tamu dipisah menurut jenis kelamin, namun jika hal itu malah merepotkan tamu dan menimbulkan fitnah lain semisal hebohnya pihak keluarga besar, maka sebaiknya tak usah dipaksakan. Hanya saja di budayakan agar tamu pria dan wanita tak sampai terpaksa berdesak-desakan yang menyebabkan mereka terpaksa senggol-senggolan. Dalam pergaulan kita sehari-hari kita tokh tak bisa memaksakan bis memisahkan tempat duduk penumpang? Juga di ruang tunggu bandara, meskipun tempat duduk dipisah namun ruang bandara tetap menyatu (di negara arab tertentu demikian). 5. Sinergi hukum adat dalam masyarakat Islam dan dalam tata hukum Islam adalah bahwa Allah sendiri membolehkan hukum atau aturan main manusia tetap berlaku selama tidak mengambil hak-hak Allah. Misalnya hukum adopsi yang membuat anak angkat memakai nama ayah angkat dan melupakan nama ayahnya sendiri, ini tak bisa dibenarkan karena Allah mengajarkan kepada manusia bahwa nasab (asal-usul keturunan) adalah hal penting yang tak boleh diganti dan dipalsukan. Misalnya juga hukum poligami yang mau mengatur hak gaji istri pertama dan istri kedua, dibolehkan, agar pelaksanaan keadilan bisa terlaksana. Tetapi tidak boleh negara melarang pegawai negrinya yang mau poligami. 6. Dalam tata hukum sebuah masyarakat Islam, hukum adat masuk sebagai pertimbangan setelah hukum&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt; Allah diketahui tak ada mengatur hal itu. Misalnya aturan main atau undang-undang lalu lintas yang sama-sama hukum buatan manusia seperti juga hukum adat. 7. Pertimbangan bisa diterima atau tidaknya hukum buatan manusia adalah (1) apakah tidak ada hukum Allah yang mengatur hal itu, jika tidak ada maka berarti terbuka jalan untuk aturan buatan manusia mengisi ruang tsb, dan itu berarti Allah memang menyediakan hal tsb sebagai ruang untuk kretifitas manusia. (2) Bisa dipakai atau tidaknya sebuah aturan (setelah pertimbangan nomor satu tadi) adalah dengan melihat manfaat mudharatnya. Yang lebih manfaat harus didahulukan dari yang kurang manfaat, dan jika pilihannya antara mengambil manfaat atau menjauhi mudharat maka pilihan yang harus didahulukan adalah menjauhi mudharat lebih dahulu. 8. Sebenarnya masih banyak sekali yang harus diterangkan tetapi kami khawatir anda dan netter akan lelah atau bosan sebab sejujurnya saja materi bahasan ini bisa masuk 1 semester pembahasan atau bahkan lebih. Namanya perbandingan hukum, atau bisa juga masuk ke ilmu kaidah fikih dll. 9. Kesimpulan singkat unutk anda: tinjau dulu hukum adat yang mana yang anda maksud dan apa manfaat mudharatnya dan bagaimana pelaksanaannya serta bagaimana hubungan hal tsb dengan hukum Allah yang ada. Wallahua'lam bishshowwaab&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;Bekal Utama Berumah Tangga (Bagian Ke-1) Oleh : K.H. Abdullah Gymnastiar ManajemenQolbu.Com : “Apabila Allah menghendaki kebaikan pada suatu keluarga. Dia memperdalamkan pengetahuan agama kepada mereka. Menjadikan anak-anak mereka menghormati orang tua mereka. Memberikan kemudahan pada kehidupan mereka. Kesederhanaan dalam nafkah mereka dan memperlihatkan aib mereka, sehingga mereka menyadarinya,lalu menghentikan perbuatannya. Namun,apabila menghendaki sebaliknya, Dia meninggalkan dan menelantarkan mereka.” (H.R. Daaruqthni ) Semoga Allah yang Maha Mengatur Segala Kejadian serta Maha Memudahkan Segala Urusan melindungi hamba-hamba-Nya dari sikap berkecil hati,terutama manakala kepada kita dikaruniakan niat dan keinginan untuk memiliki pasangan hidup. Sebagian kecil dari kisah kehidupan yang terpapar berikut ini, masya Alloh,telah menunjukan kepada kita betapa tidak mudah mengayuh bahtera rumah tangga itu. Tidak cukup hanya diawali dengan keinginan untuk menikah belaka. Karena, ternyata tidak sedikit pasangan yang telah memasuki dunia rumah tangga menemui kenyataan bahwa pergantian hari-harinya telah menjadi pergantian kesusahan yang satu ke kesusahan berikutnya. Pernik-pernik masalah seakan telah menjadi seluruh dinding rumahnya. Seorang ibu rumah tangga yang mengaku telah 16 tahun berumah tangga serta telah dikaruniai 3 orang putra-putri yang sehat dan cerdas, menumpahkan keluhan mengenai masalah rumah tangganya di rubrik konsultasi sebuah surat kabar. Dari segi materi duniawi, mereka keluarga yang berkecukupan karena keduanya bekerja di kantor. Akan tetapi, ada ganjalan yang semula diabaikan dari pikiran sang istri. Ia merasakan pernikahannya terasa manis pada hari Sabtu dan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt; Minggu saja, yakni ketika keduanya tidak ngantor, sehingga dapat berkumpul dengan seluruh keluarga. Selebihnya, dari Senin sampai Jumat, terasa hambar. Suaminya berkantor di sebuah gedung pusat perkantoran modern, yang menurut anggapan sang istri,tentulah setiap harinya akan bertemu dengan segala macam wanita, dari yang berbusana minim sampai yang bergaun sebatas tumit. Pemandangan semacam itu akan ditemui sang suami dari Senin hingga Jumat. Sedangkan, sang istri mengaku penampilannya di rumah biasa-biasa saja. Kini ia rasakan tidak lagi seramping dulu. Rata-rata suaminya pergi ke kantor sejak subuh dan pulang malam hari. Artinya, selama 15 jam setiap harinya. Ketika tiba di rumah pun, kegiatan-nya hanya makan malam , lalu pergi tidur. Begitu yang terjadi setiap hari. Suaminya seperti sudah tidak mempunyai waktu lagi untuk berbincang-bincang dengannya. Kalaupun ia bertanya tentang sesuatu , jawaban yang keluar dari mulut sang suami singkat-singkat saja. Kalau suatu ketika ia bercerita tentang sesuatu, ia tidak tahu apakah didengarkan atau tidak karena suaminya Cuma diam dan acuh tak acuh. Kalaupun mengomentarinya, pastilah kata-kata yang terlontar itu berbau memojokkan sang istri. Satu hal yang paling ia benci adalah saat tiba hari Minggu malam. Sepulang dari suatu tempat ,biasanya suaminya mulai ketus. Bahkan tidak jarang keduanya terlibat lagi dipersoalkan sang suami adalah sikap sang istri yang dinilai cerewet dan suka mengatur. Suaminya mulai bersikap baik lagi kalau tiba Jumat malam. Karena, Sabtu paginya mereka akan berkumpul bersama lagi hingga Minggu petang. Yang lebih repot lagi, ia sering bermimpi bahwa suaminya menyeleweng dengan wanita lain. Sehingga, kalau sang suami lagi tampak terdiam melamun, ia pun langsung teringat akan mimpinya tersebut. Karuan saja dari hari ke hari kian bergumpal kecemasan dan kegelisahan yang tak berujung dan berpangkal. Itulah gambaran tentang satu sisi getir dari kehidupan berumah tangga, yang bias dialami oleh siapa saja, tanpa terkecuali. Lebih-lebih pada pasangan muda, yang notabene pengalaman berumah tangganya masih sedikit. Tentu cerita nyata ini tidak mengajak siapa pun untuk bersikap pesimistis dan cemas sebelum berbuat. Bagaimanapun pernik-pernik problematika rumah tangga semacam ini bisa juga terjadi menimpa kita. Terutama, kalau ada sesuatu yang tidak sempat kita persiapkan, baik sebelum memasuki gerbang pernikahan maupun setelah menjalani kehidupan berumah tangga. Faktor-faktor apa saja yang perlu kita persiapkan itu? Mudah-mudahan beberapa “resep” ini kalau dicoba diterapkan, bisa membuat perjalanan pernikahan yang kita titi menjadi indah dan menenteramkan kalbu. Bekal Ilmu Faktor yang pertama adalah bahwa sebuah rumah tangga akan menjadi kokoh,kuat, dan mantap kalau suami istri sam-sama mencintai ilmu. Rasullulah SAW pernah bersabda,”Barangsiapa yang menginginkan dunia,(mendapatkannya) harus memakai ilmu. Barangsiapa yang menginginkan akhirat,(mendapatkannya) harus memakai ilmu. Barangsiapa yang menginginkan dunia dan akhirat (mendapatkannya pun) harus memakai ilmu.” Artinya, bila ada yang bertanya, mengapa rumah tangga yang dijalaninya terasa berat, banyak kesulitan, dan tidak menemukan kedamaian, jawabannya adalah karena ternyata ilmu tentang berumah tangga yang dimiliki tidak sebanding dengan masalah yang dihadapi. Setiap hari akan selalu bertambah maslah, kebutuhan, maupun peluang munculnya konflik. Semua ini merupakan kenyataan hidup yang tidak akan pernah bisa dipungkiri .Bila pertambahan segala pernik kehidupan ini tidak diimbangi dengan pertambahan ilmu untuk menyiasatinya, maka pastilah sebuah keluarga tidak akan pernah mampu menghadapi hidup ini dengan bai Jangan heran kalau rumah tangga yang seperti ini bagaikan perahu yang kelebihan muatan. Dia akan tampak oleng, miring ke kiri, tak mau melaju denhgan semestinya, bahkan bias-bisa akan tenggelam karam. Adapun ciri khas yang tampak adalah para penghuni rumah tangga itu selalu sangat mengandalkan emosi di dalam mengatasi setiap masalah yang muncul. (manajemenqolbu.com)***&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;RENUNGAN BAGI SEMUA YANG MASIH SINGLE MAUPUN YANG MARRIED ... Alkisah seorang raja yang kaya raya dan sangat baik, ia mempunyai banyak sekali emas dan kuningan, karena terlalu banyak sehingga antara emas dan kuningan tercampur menjadi satu. Suatu hari raja yang baik hati ini memberikan hadiah emas kepada seluruh rakyatnya, dia membuka gudangnya lalu mempersilakan rakyatnya mengambil kepingan emas terserah mereka. Karena antara emas dan kuningan tercampur menjadi satu sehingga sulit sekali di bedakan, mana yang emas dan mana yang kuningan, lalu mana yang emasnya 24 karat dan mana yang emasnya hanya 1 karat, namun ada peraturan dari sang raja, yaitu apabila mereka sudah memilih dan mengambil satu dari emas itu, mereka tidak boleh mengembalikannya lagi. Tetapi raja menjanjikan bagi mereka yang mendapat emas hanya 1 karat atau mereka yang mendapatkan kuningan, mereka dapat bekerja dikebun raja dan merawat pemberian raja itu dengan baik, maka raja akan menambah dan memberikan kadar karat itu sedikit demi sedikit. Mendengar itu bersukacitalah rakyatnya, sambil mengelu-elukan rajanya. Mereka datang dari penjuru tempat, dan satu persatu dari mereka dengan berhati-hati mengamat-amati benda-benda itu, waktu yang diberikan kepada mereka semua ialah satu setengah hari, dengan perhitungan setengah hari untuk memilih, setengah hari untuk merenungkan, dan setengah hari lagi untuk memutuskan. Para prajurit selalu siaga menjaga keamanan pemilihan emas tersebut, karena tidak jarang terjadi perebutan emas yang sama diantara mereka. Selama proses pemilihan berlangsung, seorang prajurit mencoba bertanya kepada salah seorang rakyatnya, "apa yang kau amat-amati, sehingga satu setengah hari kau habiskan waktumu disini?", jawab orang itu "tentu saja aku harus berhati-hati, aku harus mendapatkan emas 24 karat itu", lalu tanya prajurit itu lagi "seandainya emas 24 karat itu tidak pernah ada, atau hanya ada satu diantara setumpuk emas ini, apakah engkau masih saja mencarinya?, sedangkan waktumu sangat terbatas", jawab orang itu lagi "tentu saja tidak, aku akan mengambil emas terakhir yang ada ditanganku begitu waktuku habis". Lalu prajurit itu berkeliling dan ia menjumpai seorang yang tampan, melihat perangainya ia adalah seorang kaya, bertanyalah prajurit itu kepadanya "hai orang kaya apa yang kau cari disini, bukankah engkau sudah lebih dari cukup?" ,jawab orang kaya itu "bagiku hidup adalah uang, kalau aku bisa mengambil emas ini, tentu saja itu berarti menambah keuntunganku". Kemudian prajurit itu kembali mengawasi satu persatu dari mereka, maka tampak olehnya seseorang, yang sejak satu hari ia selalu menggenggam kepingan emasnya, lalu dihampirinya orang itu "mengapa engkau diam disini?, tidakkah engkau memilih emas-emas itu? atau tekadmu sudah bulat untuk mengambil emas itu?", mendengar perkataan prajurit itu, orang ini hanya diam saja, maka prajurit itu bertanya lagi "atau engkau yakin bahwa itulah emas 24 karat, sehingga engkau tidak lagi berusaha mencari yang lain?", orang itu masih terdiam, prajurit itu semakin penasaran, lalu ia lebih mendekat lagi "tidakkah engkau mendengar pertanyaanku?", sambil menatap prajurit, orang itu menjawab "tuan saya ini orang miskin, saya tidak pernah tahu mana yang emas dan mana yang kuningan, tetapi hati saya memilih emas ini, sayapun tidak tahu, berapa kadar emas ini, atau jika ternyata emas ini hanya kuninganpun saya juga tidak tahu". "lalu mengapa engkau tidak mencoba bertanya kepada&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt; mereka, atau kepadaku kalau engkau tidak tahu" tanya prajutit itu lagi. "Tuan emas dan kuningan ini milik raja, jadi menurut saya hanya raja yang tahu, mana yang emas dan mana yang kuningan, mana yang 1 karat dan mana yang 24 karat. Tapi satu hal yang saya percaya janji raja untuk mengubah kuningan menjadi emas itu yang lebih penting" jawabnya lugu. Prajurit ini semakin penasaran "mengapa bisa begitu?", "bagi saya berapapun kadar karat emas ini cukup buat saya, karena kalau saya bekerja, saya membutuhkan waktu bertahun-tahun menabung untuk membeli emas tuan" prajurit tampak tercengang mendengar jawaban dari orang ini, lalu ia melanjutkan perkataannya "lagi pula tuan, peraturannya saya tidak boleh menukar emas yang sudah Saya ambil", "tidakkah engkau mengambil emas-emas yang lain dan menukarkannya sekarang, selagi masih ada waktu?" tanya prajurit lagi, "saya sudah menggunakan waktu itu, kini waktu setengah hari terakhir saya, inilah saatnya saya mengambil keputusan, jika saya gantikan emas ini dengan yang lain, belum tentu saya mendapat yang lebih baik dari punya saya ini, saya memutuskan untuk mengabdi pada raja dan merawat milik saya ini, untuk menjadikannya emas yang murni", tak lama lagi lonceng istana berbunyi,tanda berakhir sudah kegiatan mereka. Lalu raja keluar dan berdiri ditempat yang tinggi sambil berkata "wahai rakyatku yang kukasihi, semua emas yang kau genggam itu adalah hadiah yang telah kuberikan, sesuai dengan perjanjian, tidak seorangpun diperbolehkan menukar ataupun menyia-nyiakan hadiah itu, jika didapati hal diatas maka orang itu akan mendapat hukuman karena ia tidak menghargai raja" kata-kata aja itu disambut hangat oleh rakyatnya. Lalu sekali lagi dihadapan rakyatnya raja ingin memberitahu tentang satu hal "dan ketahuilah, bahwa sebenarnya tidak ada emas 24 karat itu, hal ini dimaksudkan bahwa kalian semua harus mengabdi kepada kerajaan, dan hanya akulah yang dapat menambah jumlah karat itu, karena&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt; akulah yang memilikinya. Selama satu setengah hari, setengah hari yang kedua yaitu saat kuberikan waktu kepada kalian semua untuk merenungkan pilihan, kalian kutunggu untuk datang kepadaku menanyakan perihal emas itu, tetapi sayang sekali hanya satu orang yang datang kepadaku untuk menanyakannya". Demikianlah raja yang baik hati dan bijaksana itu mengajar rakyatnya, dan selama bertahun-tahun ia dengan sabar menambah karat satu persatu dari emas rakyatnya. dikutip dari :Kumpulan Sharing dan Cerpen Judul Asli: When We Have to Choice Berharap melalui alkisah diatas kita dapat merefleksi diri dalam mencari pasangan hidup : 1. Bagi yang sedang mencari pasangan alias cari pacar(setengah hari untuk memilih) Memilih memang boleh tapi manusia tidak ada yang sempurna, jangan lupa emas-emas itu milik sang raja, jadi hanya dia yang tahu menahu masalah itu, artinya setiap manusia milik Tuhan jadi berdoalah untuk berkomunikasi denganNya tentang pasangan Anda. 2. Bagi yang telah memperoleh pasangan tapi belum menikah (setengah hari untuk merenungkan) Mungkin pertama kali Anda mengenal, si dia nampak emas 24 karat,ternyata setelah bertahun-tahun kenal, si dia hanya berkadar 10 karat. Diluar, memang kita dihadapkan dengan banyak pilihan, sama dengan rakyat yang memilih emas tadi, akan tetapi pada saat kita sudah mendapatkannya, belum tentu waktu kita melepaskannya kita mendapat yang lebih baik. Jadi jika dalam tahap ini Anda merasa telah mendapatkan dia, hal yang terbaik dilakukan ialah menilai secara objektiv siapa dia (karena itu keterbukaan dan komunikasi sangat penting dalam menjalin hubungan), dan menyelaraskan hati Anda bersamanya, begitu Anda tahu tentang hal terjelek dalam dirinya sebelum Anda menikah itu lebih baik, dengan demikian Anda tidak merasa shock setelah menikah, tinggal bagaimana Anda menerimanya, Anda mampu menerimanya atau tidak, Anda mengusahakan perubahannya atau tidak,"cinta selalu berjuang", dan jangan anggap tidak pernah ada masalah dalam jalan cinta Anda, justru jika dalam tahap ini Anda tidak pernah mengalami masalah dengan pasangan Anda (tidak pernah bertengkar mungkin) Anda malah harus berhati- hati, karena ini adalah hubungan yang tidak sehat, berarti banyak kepura-puraan yang ditampilkan dalam hubungan Anda yang terpenting adalah niat baik diantara pasangan, sehingga dengan komitmen dan cinta, segala sesuatu selalu ada jalan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt; keluarnya. Meskipun dalam tahap ini Anda masih punya waktu setengah hari lagi untuk memutuskan, artinya anda masih dapat berganti pilihan, akan tetapi pertimbangkan dengan baik hal ini. 3. Bagi yang telah menikah (setengah hari untuk memutuskan) Dalam tahap ini, siapapun dia berarti anda telah mengambil keputusan untuk memilihnya, jangan berfikir untuk mengambil keuntungan dari pasangan Anda, jika ini terjadi berarti Anda egois, sama halnya dengan orang kaya diatas, dan dengan demikian Anda tidak pernah puas dengan diri pasangan Anda,maka tidak heran banyak terjadi perselingkuhan. Anda tidak boleh merasa menyesal dengan pilihan Anda sendiri,jangan kuatir raja selalu memperhatikan rakyatnya, dan menambah kadar karat pada emasnya. Jadi percayalah kalau Tuhan pasti akan memperhatikan Anda, dan Dia yang paling berkuasa mengubah setiap orang. Perceraian bukanlah solusi, sampai kapan kita harus menikah lalu bercerai, menikah lagi dan bercerai lagi???, ingatlah si dia adalah hadiah, siapapun dia terimalah dia karena sekali lagi itulah pilihan Anda, ingat ini adalah setengah hari terakhir yaitu waktu untuk memutuskan, setelah itu Anda tidak boleh menukar atau meyia-nyiakan emas Anda, jadi peliharalah pasangan Anda sebagaimana hadiah terindah yang telah Tuhan berikan. Dan apapun yang terjadi dengan pasangan Anda komunikasikanlah dengan Tuhan, karena Dia yang memiliki hati setiap manusia. . &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8515542702852383186-3814858505155534583?l=webmadani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://webmadani.blogspot.com/feeds/3814858505155534583/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://webmadani.blogspot.com/2009/04/terusan-buat-para-bujang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8515542702852383186/posts/default/3814858505155534583'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8515542702852383186/posts/default/3814858505155534583'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://webmadani.blogspot.com/2009/04/terusan-buat-para-bujang.html' title='Terusan Buat Para Bujang'/><author><name>Artikel dan Tutorial</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17651543303286090344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8515542702852383186.post-2927392340277553417</id><published>2009-04-14T09:54:00.000-07:00</published><updated>2009-04-14T18:04:59.866-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tutorial'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Buat Para Bujang</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Mengapa Betah Membujang? Banyak orang takut menikah karena beragam alasan. Padahal, justru dengan menikah bermacam permasalahan tersebut akan tuntas. Namanya Kurniawan (33 th). Hampir empat tahun ia bekerja di sebuah penerbitan di kawasan &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. Penghasilan perbulannya cukup lumayan untuk biaya hidup di Ibukota. Namun, kemampuan ekonomi dan usia seperti itu, belum mengetuk hatinya untuk mengakhiri masa lajangnya. Ia tetap memilih hidup sendiri, membujang. Alasannya, "Pernikahan itu harus diurus. Kalau semuanya belum siap bisa menimbulkan penderitaan baru. Nggak bisa nyekolahin anak, nggak bisa hidup layak, nggak bisa punya rumah." Lain lagi dengan Linda, seorang mahasiswi S2 UI yang berusia 35tahun. &lt;/p&gt;&lt;div face="trebuchet ms" style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;Ketika ditanya tentang keterlambatannya menikah, sedikit bingung ia menjawab, "Jawaban klasiknya, belum dikasih (jodoh, red). Tapi, kadang kala kita punya idealisme namun berbenturan dengan kenyataan yang ada." Dengan kata lain, kriteria yang datang tidak sesuai dengan apa yang diidamkan. Inilah yang membuat orang menunda-nunda pernikahan. "Saya merasa banyak obsesi yang belum tercapai," jawab Sahrul Gunawan (26 th), pemeran Gunawan dalam Sinetron Pernikahan Dini, saat ditanya mengapa ia belum menikah. Padahal, orang tuanya yang tergolong menikah di usia muda-saat menikah ayahnya 22 th dan ibunya 19 th-selalu menyuruhnya untuk menikah. "Saya sih merencanakan umur 29 atau 30 untuk menikah," ujar Sahrul. Jika ditanya alasan terlambat menikah, tentu bisa muncul beribu dalih. Tapi, alasan yang paling banyak dijadikan kambing hitam adalah kekhawatiran tidak mampu menanggung beban (baca: ekonomi) keluarga. Ini wajar. Namun, menurut Nursanita Nasution, Ketua DPP Partai Keadilan Bidang Kewanitaan, kekhawatiran itu kadang kala berlebihan. "Kadang-kadang orang terlalu banyak alasan," ujarnya. Ia menambahkan, mereka yang mengemukakan alasan-alasan itu hanya mau lari dari permasalahan. "Jadi, tidak boleh terlalu mikir, saya harus punya uang sekian dulu (baru menikah, red). Atau saya punya beban keluarga, mau menghajikan ibu, mau menyekolahkan adik dulu. Itu bukan tanggung jawab dia," Nursanita menegaskan. Herlini Amran, MA, seorang dosen PGTK Bina Insan Kamil mengandaikan, kalau seseorang merasa khawatir tidak mampu mencukupi nafkah keluarganya jika menikah, maka perlu dilihat mengapa ia khawatir. "Burung saja kalau keluar dari sarangnya, bisa mencari rezeki. Masa' manusia yang mempunyai akal, tidak bisa," ujarnya. Mohammad Fauzil Adhim justru melihat lebih jauh. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;Menurut penulis yang sudah banyak menelurkan buku tentang pernikahan ini, menjamurnya para bujangan yang berpendapat bahwa menikah harus kerja lebih dahulu, adalah korban kapitalisme. Karenanya, paradigma ketidakmampuan dalam hal ekonomi yang saat ini berkembang di masyarakat harus diubah. "Selama ini, kematangan diidentikkan dengan: punya rumah, kendaraan, gaji tetap dan sebagainya. Mestinya nggak begitu," ujar Herlini Amran. Menurut lulusan S2 Bidang Islamic Studies di Salafiyah University di Faishal Abad, Pakistan ini, selama seseorang mempunyai etos yang tinggi, dan memiliki tanggung jawab untuk mencari nafkah, sebenarnya ia sudah sanggup untuk menikah. Apalagi mereka yang sudah mempunyai kemampuan biologis dan bisa mencari nafkah serta dikhawatirkan terjerumus ke perbuatan zina kalau tidak menikah, maka "Haram baginya membujang," ujar Herlini menambahkan. Dalam fiqih Islam, hukum pernikahan ada yang wajib, sunnah, makruh, haram, dan mubah sesuai dengan keadaan yang bersangkutan. Ketika salah seorang sahabat bernama Ukaf bin Wida'ah al-Hilali menemui Rasulullah saw dan mengatakan, bahwa ia belum menikah, beliau bertanya, "Apakah engkau sehat dan mampu?" Ukaf menjawab, "Ya, alhamdulillah." Rasulullah saw bersabda, "Kalau begitu, engkau termasuk teman setan. Atau engkau mungkin termasuk pendeta Nasrani dan engkau bagian dari mereka. Atau engkau termasuk bagian dari kami, maka lakukanlah seperti yang kami lakukan, dan termasuk sunnah kami adalah menikah. Orang yang paling buruk di antara kamu adalah mereka yang membujang. Orang mati yang paling hina di antara kamu adalah orang yang membujang." Kemudian, Rasulullah saw menikahkannya dengan Kultsum al-Khumairi (HR Ibnu Atsir dan Ibnu Majah). Seperti disabdakan Rasulullah saw, mereka yang betah membujang, dikhawatirkan akan terjerumus ke beberapa kemungkinan. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;Pertama, menjadi teman setan karena ia senang menyimpang dari fitrah manusia sesungguhnya. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;Kedua, termasuk pendeta Nasrani yang mengganggap dirinya suci dan menjadi kekasih Allah jika tidak mendekati perempuan. Menurut mereka, perempuan membuka pintu bagi setan untuk menggoda laki-laki. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;Ketiga, termasuk orang yang durhaka karena mendustai tuntutan biologisnya yang penyalurannya telah diatur Allah melalui pernikahan. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;Keempat, termasuk orang yang matinya paling hina karena telah memutuskan peluang mendapatkan keturunan shalih yang akan membuahkan pahala tak terputus baginya. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;Kalau kita tilik ulama salaf, sungguh pengamalan mereka terhadap sunnah Rasulullah saw ini, sangat tinggi. Dalam suatu kesempatan Imam Malik pernah berkata, "Sekiranya saya akan mati beberapa saat lagi, sedangkan istri saya sudah meninggal, saya akan segera menikah." Demikian rasa takut pengarang kitab al-Muwatha' ini kepada Allah kalau ia meninggal dalam keadaan membujang (30 Pertunjuk Pernikahan dalam Islam, Drs. M. Thalib). Karenanya, Sayyid Sabiq dalam bukunya Fiqhus Sunnah menyimpulkan, seandainya se-seorang sudah mampu nikah, dan dikhawatirkan akan terjerumus kepada perbuatan jahat kalau tidak menikah, sementara pada saat yang sama, ia juga sudah memenuhi kriteria wajib haji, maka ia harus mendahulukan nikah atas haji. Hal ini didasarkan pada kaidah fiqih yang berbunyi Dar ul mafaasidi muqaddamun 'ala jalbil mashaalih. Yaitu, menghindari bahaya, harus didahulukan daripada memperoleh keuntungan. Sebaliknya, para muslimah hendaknya tidak mempersulit pernikahan, dengan memasang "tarif" mahal atau target tinggi. Yang menjadi ukuran, selayaknya bukan kekayaan materi, tapi agama dan akhlak. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;Dalam sebuah hadits Rasulullah saw mengingatkan kepada para orang tua gadis, "Jika datang seorang laki-laki yang kamu ridhai agama dan akhlaknya, hendaklah kamu nikahkan dia. Kalau kamu tidak mau menikahkannya, niscaya akan terjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan yang meluas," (HR Turmudzi dan Ahmad). Kalau para muslimah mengabaikan hal ini, seperti diingatkan Rasulullah saw, fitnah dan kerusakan akan terjadi. &lt;st1:place st="on"&gt;Para&lt;/st1:place&gt; wanita yang berada di bawah kendali suami yang berakhlak buruk, besar kemungkinan akan larut dalam keburukan juga. Sebaliknya, dengan memilih calon suami yang baik, semuanya akan berbuah kebaikan. Bukan hanya bagi sang istri, tapi juga keturunannya. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;Untuk itu, Nursanita memberikan beberapa kiat bagi mereka yang masih "sendiri". Pertama, kalau ingin cepat dapat jodoh, perbanyak sedekah. Kedua, kalau sudah ada kecenderungan terhadap seseorang, lakukan shalat Istikharah. Ketiga, harus introspeksi diri. Keempat, yang harus mengambil keputusan itu, dirinya, bukan orang lain&lt;/b&gt;. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;Lagi pula, mengapa harus takut menikah? Bukankah Allah telah berjanji akan membantu hamba-Nya yang berniat menyempurnakan agamanya. Allah berfirman, "Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki, dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan mencukupkannya dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (pemberiannya) lagi Maha Mengetahui," (QS an-Nuur: 32). Ibnu Abbas menjelaskan bahwa ayat ini merupakan janji Allah kepada orang yang menikah. Mereka akan dicukupkan rezekinya setelah ia menikah walaupun sebelumnya miskin. Diriwayatkan dari al-Laits, dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah saw bersabda, "&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; tiga golongan orang yang menjadi keharusan Allah untuk membantu mereka; orang yang menikah untuk memelihara kesucian diri, budak yang hendak membayar kemerdekaan dirinya, dan orang-orang yang berperang di jalan Allah," (HR Ahmad, Turmudzi, an-Nasa'i dan Ibnu Majah). Subhanallah! Betapa mulia orang yang ingin menikah. Mereka disejajarkan Rasulullah saw dengan mujahid fi sabilillah yang dijanjikan akan mendapat pertolongan-Nya. Lalu, tunggu apa lagi? Menikah, yuk! &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;span style="font-size:12;"&gt;Menyambut Kedatangan Suami -------------------------- " Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya" (Qs. 30 : 21) Sebuah rumah tangga merupakan perwujudan dari perpaduan antara laki-laki dan perempuan yang bersifat alami di mana satu sama lain saling membutuhkan. Dibangun berdasarkan ibadah memenuhi sunnah Rosulullah SAW bukan semata-mata kebutuhan biologis yang temporer. Pertumbuhan rumah tangga berdasarkan ibadah tersebut berkembang mulai dari rasa mawaddah dan rahmah menuju rumah tangga sakinah. Kedua insan yang berada di dalamnya akan saling melindungi dengan watak, tabiat dan kepribadian masing-masing. Rumah tangga merupakan perpaduan dari perbedaan kecakapan, kecerdasan, ketrampilan, kemampuan kerja, berfikir dan sebagainya. Perpaduan antara keduanya merupakan kerja sama dalam mempersamakan kedudukkan dan memisahkan tugas antara suami dan istri, dimana satu sama lain adalah perhiasan bagi masing-masing. Kelembutan seorang istri baik dalam berbicara maupun dalam sikap hidup, merupakan senjata yang ampuh dalam membina rumah tangga. Sikap ini bisa dimulai dengan bagaimana seharusnya seorang istri menyambut suaminya sehabis bepergian. Terlintas sepintas masalah ini adalah masalah sepele yang terjadi sepanjang hari, bahkan lebih dari satu kali. Namun sikap menyambut yang baik merupakan suatu gerbang rumah tangga sakinah. Untuk itu ada beberapa hal &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8515542702852383186-2927392340277553417?l=webmadani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://webmadani.blogspot.com/feeds/2927392340277553417/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://webmadani.blogspot.com/2009/04/buat-para-bujang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8515542702852383186/posts/default/2927392340277553417'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8515542702852383186/posts/default/2927392340277553417'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://webmadani.blogspot.com/2009/04/buat-para-bujang.html' title='Buat Para Bujang'/><author><name>Artikel dan Tutorial</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17651543303286090344</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
